Section 2
Lingkungan
Bisnis
Lingkungan bisnis adalah sesuatu yang mempengaruhi aktifitas bisnis dalam suatu lembaga
organisasi atau perusahaan. Dalam lingkungan bisnis dapat diklasifikasikan
menjadi 2 macam, yaitu :
1.
LINGKUNGAN INTERNAL
Dalam lingkungan
Internal segala sesuatu di dalam orgnisasi / perusahaan yang akan mempengaruhi
organisasi / perusahaan tersebut.Lingkungan Internal jugadipengaruhi oleh
beberapa faktor,yakni Tenaga kerja (Man), modal (Money),material / bahan
baku (Material), peralatan/perlengkapan produksi (Machine), serta metode
(Methods).Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan
Strength(kekuatan) perusahaan, dan juga mengetahui Weakness (kelemahan)
perusahaan.
2.
LINGKUNGAN EKSTERNAL
Lingkungan
Eksternal diartikan segala sesuatu di luar batas-batas organisasi/perusahaan
yang mungkin mempengaruhi organisasi/perusahaan. Lingkungan eksternal
dibagi menjadi 2, yaitu :
a) Lingkungan Mikro. Dimana dalam
sebuah perusahaan dapat melakukan aksi – reaksi terhadap faktor – faktor
penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar). Faktor
– faktor yang mempengaruhi, yaitu Pemerintah,pemegang saham(shareholders),kreditor,pesaing, Publik,
perantara, pemasok dan konsumen.
b) Lingkungan Makro. Dimana perusahaan
hanya dapat merespon lingkungan di luar perusahaan.Faktor – faktor yang
mempengaruhi : Lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan politik
hukum (pemerintahan), lingkungan sosial kultur, lingkungan global, lingkungan
bisnis, teknologi dan informasi
Alvin Toffler pernah mengemukakan
bahwa dunia (termasuk bisnis) mengalami beberapa kali gelombang perubahan.
Perubahan tersebut mencakup :
ü Era agraria tradisional ( 8000 SM-1700 ) Revolusi hijau
Gelombang perubahan pertama terjadi
berkaitan dengan REVOLUSI PERTANIAN. Suatu periode dalam sejarah peradaban
sekitar 8.000 tahun sebelum masehi sampai sekitar tahun 1700-an. Dengan Revolusi
Pertanian, teknologi yang muncul selama periode ini termasuk alat pengungkit,
alat penggerek, alat derek dan alat penjepit yang dirancang untuk
memperbesar/meningkatkan sumberdaya energi terbarukan yang berasal dari tenaga
manusia, hewan, angina, matahari dan air.
ü Era industrialisasi ( 1700-1970 ) Revolusi Industri
Gelombang perubahan kedua merujuk pada
REVOLUSI INDUSTRI dan memakan waktu selama periode pembangunan sejak 1700an
hingga kini. Periode ini mengakhiri dominasi peradaban pertanian dan mengawali
industrialisasi masyarakat. Teknologi yang diperkenalkan pada gelombang ini
umumnya berdasarkan pada mesin elektromekanik yang digerakkan oleh bahan bakar
fosil yang tidak terbarukan, menyebabkan perubahan secara luas dalam
meningkatkan masyarakat. Contoh-contoh teknologi ini meliputi : mesin uap,
kendaraan bermotor dan listrik. Keluarga menjadi lebih kecil, beralih pekerjaan
dari lahan-lahan pertanian ke pabrik-pabrik, dan pendidikan beralih dari
pendidikan di rumah menjadi pendidikan yang terorganisir di dalam kelas.
ü Era informasi dan komunikasi ( 1970-2000 ) REVOLUSI INFORMASI.
Jaman ini berdasarkan sistem
elektronika yang membantu mempercepat komunikasi, perhitungan, dan penyebaran
informasi. Ketersediaan teknologi secara luas seperti komputer, telekomunikasi,
robot, dan bioteknik juga telah meninggalkan tanda-tanda pada karakteristik
sosial masyarakat. Perubahan mendasar dalam perilaku sosial sekarang dapat
dilihat seperti pada organisasi angkatan kerja, pendidikan pemuda serta
keberagaman dalam bentuk keluarga.
Dalam
perekonomian Industrial dikenal dengan Paradigma Ekonomi Industrial dan
Paradigma Ekonomi Network.
Ciri-ciri dari Paradigma Ekonomi Industrial & Paradigma Ekonomi Network
Paradigma
Ekonomi Industrial memiliki ciri-ciri, yakni Masterman berpendapat bahwa
paradigma adalah sebuah 'gambaran' konkret dari sesuatu, katakanlah A, yang
digunakan secara analogis untuk menjelaskan sesuatu yang lain yang juga
konkret, katakanlah B.Paradigma adalah sebuah konstruksi yang dapat diketahui;
sebuah “artifak". Dengan begitu paradigma ekonomi industrial dapat diartikan
gambaran konkret tentang system ekonomi pada masa industri dalam arti masih
tradisional. Pada dasarnya Paradigma Ekonomi Industrial organisasinya
terstruktur dgn baik sedangkan network bisa diartikan sebagai sesuatu yang
cair(tidak beraturan).
Paradigma Ekonomi Network memiliki
ciri-ciri di dalam organisasi paradigma Ekonomi Network lebih rapi,
karna di dalam bisnis mempunyai suatu aktifitas yang dapat berkerja sama antar
perbisnis, dalam TI jika tidak ada kebersamaan antar pembisnis maka kebanyakan
bisnis tersebut akan hancur. Contoh’y aspek TI yang ada di Indonesia yang
sangat berantakan(kasus indosat), aspek hukum yg lemah pada indosat.
Perbedaan serta hubungan antara industrial economy
paradigm dan networked economy
Adapun perbedaan serta hubungan
antara industrial economy paradigm dan networked economy,
yakni perbedaannya adalah cara kerjanya sebab industrial lebih tradisional
di bandingkan networked, dapat dikatakan industrial sebelum adanya e-business
dan networked adanya e-business. Hubungannya adalah sama-sama mendukung
perekonomian
Industri Ekonomi : vertically integrated
firms,Strategic positionning bisiness strategy,Bereaucratic organnization
Network Ekonomi : Industry changes rapidly, Virtually
intergrated firms/industries, Relationship are increasingly based
less-structured.
Proses perubahan paradigma
bisnis dari industrial ke networked economy berdasarkan
contoh perusahaan yang telah menerapkan e-business.
Berikut ini adalah penerapan E-Businness tentang
perubahan paradigma pada sebuah perusahaan bisnis.
Contohnya Garuda Indonesia.
Akibat dari pesatnya
perkembangan Teknologi Informasi (TI) dimana proses proses dalam value chain
dapat memisahkan diri untuk menjadi entitas bisnis tersendiri. Bisnis yang
berdiri sendiri tersebut kemudian tidak hanya melayani proses bisnis dari value
chain dalam bisnis asalnya tapi juga dapat melayani proses bisnis dari value
chain pada bisnis yang berbeda.
Jadi proses perubahan paradigma ini demi terciptanya
suatu perubahan cara kerja dari suatu perusahaan tersebut dimana proses
perubahan ini lebih menunjang keberhasilan perusahaan tersebut dalam
kesuksesannya.
Referensi :
Sosiologi dan Politik oleh Syahrial Syarbaini Hal 44
Alvin Toffler, The Third Wave, London,
Pan Books Ltd, 1981
Hasil diskusi dalam kelas (Rabu,23/01.2013)