Selasa, 26 Maret 2013

KONSEP E-BUSINESS




Section 5
Strategi Bisnis

Apa itu strategi bisnis/perusahaan   :


Menurut Stephanie K.Marrus strategi adalah suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

Menurut Hamel dan Prahalad strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pada konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

Dengan kesimpulan, Strategi bisnis merupakan cara-cara yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan keunggulan  persaingan di dalam  bisnis nya. Strategi Bisnis dapat mencakup ekspansi dalam  pengembangan produk, penetrasi ppasar, likuidasi,dan joint venture.


Perngertian tentang strategi perusahaan ada 8 yaitu ;


1)      Tentang bertahan hidup (strategy is all about survival)

2)      Tentang persepsi (strategy is all about perceptions)

3)      Tentang menjadi berbeda (strategy is all about being different)

4)      Tentang kompetisi (strategy is all about competition)

5)      Tentang spesialisasi (strategy is all about specialization)

6)      Tentang peyerdehanaan (strategy is all about simplicity)

7)      Tentang kepemimpinan (strategy is all about leadership)

8)      Tentang kenyataan (strategy is all about reality)


Dalam pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985)
menjelaskan adanya empat tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut Master Strategy, antara lain :
a) Enterprise Strategy

Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.


b) Corporate Strategy

Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-
mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit.

c) Business Strategy

Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan
stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.


d) Functional Strategy

Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. Ada tiga jenis strategi functional yaitu;

ü  Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.
ü  Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, implementating, controlling, staffing, leading, motivating, communicating,
decision making, representing, dan integrating.
ü  Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J. Salusu, p 101, 1996).


Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal
“kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).


Tahapan dalam melakukan strategi

a)       Melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing: baik internal maupun eksternal; baik lingkungan mikro maupun makro.

b)       Bersamaan dengan penaksiran tersebut, tujuan dirumuskan. Tujuan ini harus bersifat paralel dalam rentang jangka pendek dan juga jangka panjang. Maka di sini juga termasuk di dalamnya penyusunan pernyataan visi (cara pandang jauh ke depan dari masa depan yang dimungkinkan), pernyataan misi (bagaimana peran organisasi terhadap lingkungan publik), tujuan perusahaan secara umum (baik finansial maupun strategis), tujuan unit bisnis strategis (baik finansial maupun strategis), dan tujuan taktis.


Ada tiga tingkatan strategi dibuat dalam organisasi yang lebih besar, yakni meliputi strategi perusahaan, bisnis, dan fungsional (atau operasional). Sementara strategi perusahaan akan menentukan bisnis apakah yang perusahaan akan benar-benar beroperasi di sana, strategi bisnis akan menentukan bagaimana perusahaan akan bersaing di masing-masing bisnis yang telah dipilih. Dan strategi tingkat operasional akan menentukan bagaimana masing-masing bidang fungsional (seperti sumber daya manusia atau akuntansi) benar-benar akan mendukung strategi-strategi bisnis dan korporasi. Semua strategi ini harus berkaitan erat untuk memastikan bahwa organisasi bergerak ke arah yang menyatu.


Perumusan Strategi Fungsional :

a)      Kegiatan mengembangkan visi dan misi organisasi

b)      Mengidentifikasikan peluang dan ancaman external organisasi

c)      Menentukan kekuatan dan kelemahan internal organisasi

d)     Menetapkan tujuan jangka panjang organisasi

e)      Membuat sejumlah strategi alternatif untuk organisasi

f)       Memilih strategi terterntu untuk digunakan


Isu – isu Perumusan Masalah mencakup :

a)      Keputusan mengenai bisnis baru yang akan ditinggalkan

b)      Pengalokasian sumber daya

c)      Perluasan operasi / diversifikasi


Apa hubungan strategi bisnis dan strategi E-bisnis

Hubungan dapat dikatakan bahwa strategi bisnis merupakan dasar dari strategi e-bisnis jadi hubungan keduanya itu saling berkaitan yaitu awal mula strategi e-bisnis dipengaruhi olehstrategi bisnis.


Contoh penerapan strategi e-bisnis pada maskapai Garuda Indonesia


Strategi sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan yang ada dalam lingkungan usaha dan untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Garuda Indonesia selaku maskapai penerbangan domestik dan internasional yang menyandang gelar sebagai flag carrier, tentunya memiliki rencana strategis yang berisikan sasaran yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Dan dengan perkembangan Teknologi Informasi dalam bentuk E-Business sangat membantu dalam perkembangan Maskapai Garuda Indonesia itu sendiri.

Diperlukan keselarasan antara strategi bisnis dan strategi e bisnis sebab dasar dari strategi e bisnis yaitu strategi bisnis. Jadi kedua strategi ini tentu sejalan atau selaras.

Contohnya sebelum maskapai garuda indonesia memakai strategi e bisnis tentulah mereka sebelumnya memakai strategi bisnis.

Strategi Bisnis dalam penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang pada suatu perusahaan dimaksudkan agar mencakup sebuah aksistensi.


Referensi :

Strategic Management in Action, Hal. 31


J. David Hunger & Thomas L Wheelen. Manajemen Strategis. Andi Yogyakarta

David, Fred R. (2004). Manajemen Strategis: Konsep-konsep (Edisi Kesembilan). PT Indeks Kelompok Gramedia. ISBN 979-683-700-5.

Ketchen Jr. D. et all. 2009. “Strategy 2008-2009″. New York: McGraw-Hill

Porter, Michael. 1996. “What is Strategy?”. Harvard Business Review hal .61-79

KONSEP E-BUSINESS


Section 4
Infrastruktur E-Business

Apa itu Infrastruktur dan E-Business??

Infrastruktur adalah segala struktur yang berwujud fisik yang digunakan untuk menopang keberjalanan kegiatan masyarakat sehingga dapat menekan inefisiensi dari aktivitas masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Pengertian E-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik.

Jadi, apa itu Infrastruktur E-Business??

Infrastruktur E-Business adalah suatu topangan yang digunakan untuk berjalannya suatu proses bisnis.

Layer Infrastruktur E-Business

Layer Infrtastruktur E-Business antara lain :
ü   E-Business services Applications :  CRM. SCM, data mining, CMS
= Lapisan paling atas yang langsung berinteraksi dengan user
ü   Systems Software : Perangkat lunak web browser, web server, jaringan, dan DBMS
= Lapisan yang mana di dalamnya terdapat sistem – sistem yang mendukung aplikasi agar dapat berjalan dengan baik seperti web browser, server software, software jaringan, sistem manajemen database, dan lain sebagainya.
ü   Transport or Network : Standar transpor/jaringan (TCP/IP)
= Lapisan yang mengatur jaringan dan transportasi data (TCP / IP).
ü   Storage/Physical : Penyimpanan magnetik, backup optik, RAM
= Lapisan di mana mencakup penyimpanan data baik yang tersimpan di dalam penyimpanan magnetis di dalam server web ataupun media penyimpanan sementara (RAM).
ü   Content and Data : Konten web intranet, ekstranet, Internet; data pelanggan, data transaksi,data clickstream.
= Lapisan yang mencakup isi dari data yang tersimpan seperti data konsumen, data transaksi dan lain sebagainya.

4 Tahap Evolusi e-business serta pengaruhnya

Tahap Inform
Pada tahap awal ini, yang biasanya terjadi adalah adanya unit – unit kecil di dalam perusahaan yang mulai mencoba membangun program – program kecil (software) berbasis internet. Contohnya adalah pengembangan homepage yang menampilkan profil organisasi di internet, atau membangun website yang isinya adalah produk – produk dan jasa – jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya, atau sebuah situs yang berisi berita – berita mutakhir di bidang tertentu yang berkaitan dengan tugas sebuah unit perusahaan, dan lain – lain. Biasanya hal – hal kecil ini berasal dari ide salah satu atau sekelompok orang di unit organisasi terkait karena yang bersangkutan memiliki pemahaman dan pengalaman di bidang internet.

Tahap Automate
Tahap berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa unit di dalam perusahaan yang masing – masing telah mengimplementasikan konsep kecil e-business. Yang menjadi dasar penggabungan modul – modul ini biasanya adalah sebuah rangkaian proses yang saling berhubungan. Contohnya adalah proses pengajuan anggaran dari masing – masing unit ke divisi keuangan. Melaui aplikasi atau modul situs yang lebih dinamis (berbasis database), setiap unit memasukkan rencana anggarannya ke dalam sebuah aplikasi dan bagian keuangan secara otomatis menerima konsolidasi anggaran dari seluruh unit yang ada di perusahaan.

Tahap Integrate
Tahap selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan proses bisnis perusahaan dengan perusahaan atau entiti –entiti lain yang ada di luar perusahaan. Bedanya dengan automate yang lebih menekankan pada target efektivitas, pada integrate tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan dan mengembangkan kinerja perusahaan secara signifikan. Level integritas proses bisnis antara perusahaan dengan pihak luar pada tahapan ini sangat tinggi; bahkan tidak jarang dibutuhkan sesuatu manajemen integrasi proses bisnis yang online dan real – time. Contoh yang kerap dipakai untuk mengilustrasikan tahap ini adalah aplikasi “package delivery tracking” yang dimiliki Federal Express maupun DHL yang memungkinkan pelanggan melalui komputernya (internet) melacak situs pengiriman paketnya (yang bersangkutan dapat mengetahui posisi terkini dari paket yang dimaksud).

Tahap Reinvent
Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada perubahan paradigm mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan dengan cara mereka melihat bisnis yang ada. Tahap ini dinamakan sebagai “reinvent” kerena perusahaan yang telah memiliki pengalaman sukses menerapkan e-business pada tiga tahap sebelumnya ditantang untuk mendefinisikan ulang mekanismedari model bisnisnya dengan berpedoman pada peluang – peluang usaha baru yang ditawarkan oleh e-business.

Tahap perkembangan dari Tahun 1950-an sampai saat ini dan pengaruh terhadapE-Business

1)   Awal Tahun 1950-1960
Perkembangan Teknologi Informasi yang masih terdapat,dan hanya menemukannya adanya Komputer digital dan penerapan e-business masih belum terlihat.
2)   Tahun 1960-1972
Ray Tomlison, menciptakan Email tapi bentuk e-business pada saat ini belum telihat
3)   Tahun 1973-1997
Pada tahun ini, Internet diperkenalkan lewat TCP/IP dan terus berkembang sehingga kita mengenal dengan sebutan Protokol Jaringan, tetapi bentuk e-business belum terlihat.
4)   Tahun 1997
E-business sudah terlihat dari Louis Gerstner yang menyampaikan pendapatnya tentang pemasaran yang lebih kreatif.
5)   Tahun 1999-2000
Pada tahun ini e-business lebih terkkenal dengan e-comerce, sehingga e-comerce sangat berkembang pesat ada tahun ini.
6)   Tahun 2000- Sekarang
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, E-business pun mengalami nbanyak perkembangan dan lebih mendorong e-business dalam penerapan secara cepat.

Kendala serta tantangan pemanfaatan TI pada e-Business saat ini

• Infrastruktur telekomunikasi yang masih terbatas dan mahal
• Delivery channel
– Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan.
– Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
– Jangkauan daerah pengiriman barang
• Kultur dan Kepercayaan (trust)
• Security
• Ketidakjelasan hukum
– Digital signature
– Uang digital / cybermoney
– Status hukum dari paper-less transaction

Trend perkembangan TI  kedepan serta manfaatnya bagi E-Business 

Tren perkembangan TI berdasarkan tahap evolusi seperti yang dibahas pada nomor 3 yaitu Tahap Reinvent karena tahap terakhir itu merupakan tahap dimana perusahaan dapat menawarkan berbagai jenis produk atau jasa yang belum pernah terfikirkan sebelumnya,yang pada akhirnya dapat merubah bisnis inti yang sedang digelutinya.
Memahami tren bisnis masa yang akan datang merupakan faktor yang sangat penting sekali untuk dipertimbangkan sebelum membangun suatu bisnis. Tren e-business akan menjadi salah satu faktor keberhasilan apakah suatu bisnis akan diterima ketika dijalankan. Agar bisnis ini sukses maka langkah awal yang harus dipertimbangkan adalah membaca sinyal-sinyal yang ada dalam masyarakat untuk menangkap tren yang sedang berkembang dan memprediksi tren di masa yang akan datang.
Kejelian dalam membaca tren tersebut telah memberikan peluang untuk merumuskan suatu strategi dalam menjalankan bisnis.
Salah Satu contohnya adalah Cloud Computing.

Apa itu Cloud Computing??

Cloud Computing adalah Komputasi awan atau Cloud Computing merupakan teknologi terkini dimana user dapat mengunakan produk / service dengan berbasis internet.

Apa manfaat dari Cloud Computing??

Manfaat Cloud Computing antara lain :
1. Hemat Biaya
Pengunaan teknologi Cloud Computing membantu para perusahaan untuk menghemat biaya dalam hal-hal berikut ini :
-Mengurangi biaya infrastrukur kebutuhan komputer
-Pengurangan biaya Listrik
-Tidak perlu membeli software dasar untuk aplikasi
-Mengurangi tenaga IT Profesional sehingga menghemat biaya perawatan.
2. Meningkatnya Kapasitas
-Kapasitas cloud computing memang tergantung pada biaya sewa, namun teknologi cloud computing bisa menyimpanan data pada cloud computing lebih besar daripada komputer pribadi.
3. Availability
Availability berarti cloud computing mempunyai jaminan dapat diakses 7 x 24 jam dari mana saja dan kapan saja.
Teknologi Cloud Computing memang sekarang lagi tren dalam dunia bisnis karena mampu memberikan solusi bagi perusahaan-perusahaan untuk penghematan biaya dan kemudahan dalam berbisnis.

Reverensi :
Aplikasi E-Commerce , Hal 2-9
http://psut.edu.jo/sites/raad/eBusiness_notes/Chapter%2003.pdf



KONSEP E-BUSINESS



Section 3
Model Bisnis dalam E-Business

Model bisnis?? Seperti apa itu Model Bisnis??

Sebuah model bisnis adalah gambaran logis mengenai bagaimana sebuah organisasi menciptakan, menghantarkan dan menangkap sebuah nilai dalam bisnis tersebut.

Komponen apa saja yang ada pada Model Bisnis??
serta mengapa model bisnis penting dalam sebuah perusahaan??
Model Bisnis tidak hanya mencakup sebuah bisnis atau usaha komersial.Model Bisnis mencakup segala organisasi secara keseluruhan.Berikut ini merupakan sebuah komponen penting yang ada pada model bisnis, antara lain
ü  ü  Goals Model
ü  ü  Technologies Model
ü  ü  Deployment Diagram
ü  ü  Business Rules Model 
ü  ü  Business Processes Model 
ü  ü  Business Object Model
ü  ü  Event Model dan
ü  ü  Actors/Unit Model
Model Bisnis ini sangat penting bagi sebuah perusahaan. karena model bisnis ini membantu perusahaan dalam mengelolah serta membantu pembentukan sebuah organisasi di dalam sebuah perusahaan tersebut. Bukan hanya itu, model bisnis juga mampu memberikan sebuah dasar yang kuat pada perusahaannya dalam bersaing dengan perusahaan yang lainnya.

5 Kekuatan utama perusahaan/Organisasi menurut Michael Porter (Porter’s 5 Forces)

Pengembangan analisis lima kekuatan utama perusahaan oleh Michael Porter merupakan reaksi dari analisis yang sebelumnya sudah ada yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Analisis tersebut digunakan untuk menentukan unsur kompetitif yang terdapat di sekitar organisasi tersebut serta tingkat ketertarikan yang ada di pasar (attractiveness of a market ). Menurut Michael Porter ada 5 kekuatan utama yang disebut lima kekuatan bersaing, antara lain :
1)     Intesitas persaingan dalam industri
2)     Ancaman pendatang baru
3)     Ancaman produk penganti
4)     Posisi tawar konsumen
5)     Posisi tawar pemasok

Pengaruh TI pada setiap kekuatan yang ada pada Porter’s 5 Forces!

Porter’s Five Forces Model merupakan suatu kerangka analisis struktur industri yang digunakan untuk mendeskripsikan kekuatan tawar-menawar dalam industri.
Model tersebut menjelaskan mengenai potensi laba yang berasal dari persaingan dalam industri, lima kekuatan tersebut meliputi: ancaman pendatang baru, posisi tawar konsumen, posisi tawar pemasok, ancaman produk dan jasa substitusi dan persaingan dalam industri.

Terdapat 5 pertimbangan dalam peningkatan nilai melalui teknologi informasi, yang meliputi:


a)     Akuisisi konsumen
Pembuatan jalur online bertujuan memasarkan merek produk, dan
pengembangan jalur online harus disesuaikan dengan jalur offline. Ketika
calon konsumen menghubungi perusahaan adalah waktu terpenting dalam
membangun bisnis kedepan, sehingga pembuatan jalur online harus
mempertimbangkan tiga aspek, yaitu: isi, format dan akses.
Isi jalur online harus sesuai dengan merek dan dibuat menarik perhatian,
sehingga konsumen berkeinginan untuk menjelajah lebih jauh halaman web
site, dan  isi jalur online memuat informasi umum perusahaan.
Format jalur online dibuat rendah dalam penggunaan bandwidth, sehingga
konsumen mudah mengakses web site.
b)     Mendukung proses pembelian konsumen
Jalur online memberikan kemudahan dalam proses pembelian. Indikator
kemudahan tersebut adalah waktu yang dibutuhkan dalam membeli produk.
Waktu pembelian akan meliputi pemenuhan kebutuhan informasi mengenai
produk dan perusahaan. Informasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan informasi meliputi hubungan perusahaan dengan pihak lain, contoh pihak
tersebut adalah perusahaan pemasok, asuransi, bank, lembaga sertifikasi,
lembaga pemerintah dan lain-lain.
c)     Pemenuhan kebutuhan konsumen
Tujuan pemenuhan kebutuhan konsumen adalah tepat waktu dan tempat,
karena konsumen membutuhkan keberadaan produk yang dibeli secara cepat.
Kebutuhan tersebut membutuhkan suatu sistem logistik yang baik. solusi
sistem logistik dilaksanakan secara insourcing, outsourcing atau kombinasi
keduanya.
d)     Mendukung berkelanjutan konsumen
Berkelanjutan konsumen dihasilkan dari pemberian pelayanan yang
berkualitas. Pelayanan berkualitas meliputi transparansi data-data pembelian
dan kemudahan untuk memberikan pendapat dan sanggahan.
e)    Jalur pelayanan konsumen
Jalur pelayanan konsumen memiliki tiga aspek yang dapat menjadi
pertimbangan, yaitu: perubahan model bisnis, strategi surat elektronik dan
virtual call center.

Bentuk-bentuk model bisnis serta penerapannya

Ada 4 model pokok yang berkembang dalam revolusi internet ini yang juga dinamakan the New Economy, yaitu :
1.     Business-to-Business (B2B)
Adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada perusahaan lain. Ini diperkirakan sedang berkembang dengan cepat dari segi volume dan nilai perdagangan, jauh melebihi model - model yang lain.
2.    Business-to-Cunsumer (B2C)
Ini adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada pasar atau publik.
Contoh misalnya Amazon.com Inc. (www.amazon.com) yang menjual buku, yang mempunyai koleksi tidak kurang dari 4,5 juta judul buku.
3.    Consumer-to-Consumer (C2C)
Ini adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perorangan juga.
Contoh adalah eBay Inc (www.ebay.com), yakni suatu perusahaan yang menyelenggarakan lelang melalui internet. Melalui perusahaan ini, perorangan dapat menjual atau membeli dari perorangan lain melalui internet.
4.    Consumer-to-Business (C2B)
Ini adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan.
Contoh ialah Priceline (www.priceline.com), dimana konsumen menawarkan harga tertentu dimana ia menginginkan membeli berbagai barang dan jasa, termasuk tiket pesawat terbang dan hotel

Contoh penerapan Model bisnis TI pada Porter’s 5 Forces

1. Intesitas persaingan dalam industri, dimana persaingan industri yang sangat ketat yang memerlukan penelitian harga, para pesaing, dan produk.
2.Ancaman pendatang baru, dimana datangnya pendatang baru yang menjadi tantangan berat bagi pendatang lama, sebab pendatang baru biasanya berbisnis yang kreatif dan inovatif. Contohnya saja HP cina yang sedang marak-maraknya.
3.Ancaman produk pengganti, dimana produk yang lebih up to date yang biasanya memenangkan hati konsumen. Contohnya produk susu yg lama dan baru. Pasti yang baru memiliki manfaat lebih dari yang lama.
4.Posisi tawar konsumen, dimana mencari tahu keinginan konsumen sekarang ini dengan melakukan beberapa riset, agar dapat diketahui produk yang laku menurut keinginan konsumen yang seperti apa.
5.Posisi tawar pemasok, dimana supplier memberikan penawaran harga serta kualitas baik sehingga perusahaan dapat bertahan lama dan juga mampu mengalahkan saingannya.

Daftar Pustaka

·  (McSheffrey, E, 2001, Integrating Business Process Models with UML System Models, Popkin Software dan Montilva, J., Barrios, J, 2004, BMM: A Business Modeling Method for Information System Development, Clei
·  Elektronic Journal, Vol. 7, No. 2, Paper 3.)