Selasa, 26 Maret 2013

KONSEP E-BUSINESS




Section 5
Strategi Bisnis

Apa itu strategi bisnis/perusahaan   :


Menurut Stephanie K.Marrus strategi adalah suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

Menurut Hamel dan Prahalad strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pada konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

Dengan kesimpulan, Strategi bisnis merupakan cara-cara yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan keunggulan  persaingan di dalam  bisnis nya. Strategi Bisnis dapat mencakup ekspansi dalam  pengembangan produk, penetrasi ppasar, likuidasi,dan joint venture.


Perngertian tentang strategi perusahaan ada 8 yaitu ;


1)      Tentang bertahan hidup (strategy is all about survival)

2)      Tentang persepsi (strategy is all about perceptions)

3)      Tentang menjadi berbeda (strategy is all about being different)

4)      Tentang kompetisi (strategy is all about competition)

5)      Tentang spesialisasi (strategy is all about specialization)

6)      Tentang peyerdehanaan (strategy is all about simplicity)

7)      Tentang kepemimpinan (strategy is all about leadership)

8)      Tentang kenyataan (strategy is all about reality)


Dalam pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985)
menjelaskan adanya empat tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut Master Strategy, antara lain :
a) Enterprise Strategy

Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.


b) Corporate Strategy

Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-
mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit.

c) Business Strategy

Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan
stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.


d) Functional Strategy

Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. Ada tiga jenis strategi functional yaitu;

ü  Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.
ü  Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, implementating, controlling, staffing, leading, motivating, communicating,
decision making, representing, dan integrating.
ü  Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J. Salusu, p 101, 1996).


Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal
“kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).


Tahapan dalam melakukan strategi

a)       Melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing: baik internal maupun eksternal; baik lingkungan mikro maupun makro.

b)       Bersamaan dengan penaksiran tersebut, tujuan dirumuskan. Tujuan ini harus bersifat paralel dalam rentang jangka pendek dan juga jangka panjang. Maka di sini juga termasuk di dalamnya penyusunan pernyataan visi (cara pandang jauh ke depan dari masa depan yang dimungkinkan), pernyataan misi (bagaimana peran organisasi terhadap lingkungan publik), tujuan perusahaan secara umum (baik finansial maupun strategis), tujuan unit bisnis strategis (baik finansial maupun strategis), dan tujuan taktis.


Ada tiga tingkatan strategi dibuat dalam organisasi yang lebih besar, yakni meliputi strategi perusahaan, bisnis, dan fungsional (atau operasional). Sementara strategi perusahaan akan menentukan bisnis apakah yang perusahaan akan benar-benar beroperasi di sana, strategi bisnis akan menentukan bagaimana perusahaan akan bersaing di masing-masing bisnis yang telah dipilih. Dan strategi tingkat operasional akan menentukan bagaimana masing-masing bidang fungsional (seperti sumber daya manusia atau akuntansi) benar-benar akan mendukung strategi-strategi bisnis dan korporasi. Semua strategi ini harus berkaitan erat untuk memastikan bahwa organisasi bergerak ke arah yang menyatu.


Perumusan Strategi Fungsional :

a)      Kegiatan mengembangkan visi dan misi organisasi

b)      Mengidentifikasikan peluang dan ancaman external organisasi

c)      Menentukan kekuatan dan kelemahan internal organisasi

d)     Menetapkan tujuan jangka panjang organisasi

e)      Membuat sejumlah strategi alternatif untuk organisasi

f)       Memilih strategi terterntu untuk digunakan


Isu – isu Perumusan Masalah mencakup :

a)      Keputusan mengenai bisnis baru yang akan ditinggalkan

b)      Pengalokasian sumber daya

c)      Perluasan operasi / diversifikasi


Apa hubungan strategi bisnis dan strategi E-bisnis

Hubungan dapat dikatakan bahwa strategi bisnis merupakan dasar dari strategi e-bisnis jadi hubungan keduanya itu saling berkaitan yaitu awal mula strategi e-bisnis dipengaruhi olehstrategi bisnis.


Contoh penerapan strategi e-bisnis pada maskapai Garuda Indonesia


Strategi sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan yang ada dalam lingkungan usaha dan untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Garuda Indonesia selaku maskapai penerbangan domestik dan internasional yang menyandang gelar sebagai flag carrier, tentunya memiliki rencana strategis yang berisikan sasaran yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Dan dengan perkembangan Teknologi Informasi dalam bentuk E-Business sangat membantu dalam perkembangan Maskapai Garuda Indonesia itu sendiri.

Diperlukan keselarasan antara strategi bisnis dan strategi e bisnis sebab dasar dari strategi e bisnis yaitu strategi bisnis. Jadi kedua strategi ini tentu sejalan atau selaras.

Contohnya sebelum maskapai garuda indonesia memakai strategi e bisnis tentulah mereka sebelumnya memakai strategi bisnis.

Strategi Bisnis dalam penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang pada suatu perusahaan dimaksudkan agar mencakup sebuah aksistensi.


Referensi :

Strategic Management in Action, Hal. 31


J. David Hunger & Thomas L Wheelen. Manajemen Strategis. Andi Yogyakarta

David, Fred R. (2004). Manajemen Strategis: Konsep-konsep (Edisi Kesembilan). PT Indeks Kelompok Gramedia. ISBN 979-683-700-5.

Ketchen Jr. D. et all. 2009. “Strategy 2008-2009″. New York: McGraw-Hill

Porter, Michael. 1996. “What is Strategy?”. Harvard Business Review hal .61-79

Tidak ada komentar:

Posting Komentar