Section 5
Strategi Bisnis
Apa itu strategi bisnis/perusahaan :
Menurut Stephanie K.Marrus
strategi adalah suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang
berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara
atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Menurut Hamel dan Prahalad
strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat)
dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang
diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir
selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang
terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pada
konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu
mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Dengan kesimpulan, Strategi
bisnis merupakan cara-cara yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan
keunggulan persaingan di dalam bisnis nya. Strategi Bisnis dapat
mencakup ekspansi dalam pengembangan produk, penetrasi ppasar, likuidasi,dan joint venture.
Perngertian
tentang strategi perusahaan ada 8 yaitu ;
1) Tentang bertahan hidup
(strategy is all about survival)
2) Tentang persepsi (strategy
is all about perceptions)
3) Tentang menjadi berbeda
(strategy is all about being different)
4) Tentang kompetisi (strategy
is all about competition)
5) Tentang spesialisasi
(strategy is all about specialization)
6) Tentang peyerdehanaan
(strategy is all about simplicity)
7) Tentang kepemimpinan
(strategy is all about leadership)
8) Tentang kenyataan (strategy
is all about reality)
Dalam pandangan Dan Schendel dan Charles
Hofer, Higgins (1985)
menjelaskan adanya empat
tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut Master Strategy, antara lain :
a) Enterprise Strategy
a) Enterprise Strategy
Strategi ini berkaitan
dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan
masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang
tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada
pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok
politik dan kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat
relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan
dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga
menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi
pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
b) Corporate Strategy
Strategi ini berkaitan
dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi
bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis
atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-
mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit.
mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit.
c) Business Strategy
Strategi pada tingkat
ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana
menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan
sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan
stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.
stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.
d) Functional Strategy
Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk
menunjang suksesnya strategi lain. Ada tiga jenis strategi functional yaitu;
ü
Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang
memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara
lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan
pengembangan.
ü
Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi
manajemen yaitu planning, organizing, implementating, controlling, staffing,
leading, motivating, communicating,
decision making, representing, dan integrating.
decision making, representing, dan integrating.
ü
Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol
lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang
belum diketahui atau yang selalu berubah (J. Salusu, p 101, 1996).
Tingkat-tingkat strategi itu
merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil
keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut
kerapian administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal
“kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).
“kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).
Tahapan dalam melakukan strategi
a) Melakukan analisis situasi,
evaluasi diri dan analisis pesaing: baik internal maupun eksternal; baik
lingkungan mikro maupun makro.
b) Bersamaan dengan penaksiran
tersebut, tujuan dirumuskan. Tujuan ini harus bersifat paralel dalam rentang jangka
pendek dan juga jangka panjang. Maka di sini juga termasuk di dalamnya
penyusunan pernyataan visi (cara pandang jauh ke depan dari masa depan yang
dimungkinkan), pernyataan misi (bagaimana peran organisasi terhadap lingkungan
publik), tujuan perusahaan secara umum (baik finansial maupun strategis),
tujuan unit bisnis strategis (baik finansial maupun strategis), dan tujuan
taktis.
Ada tiga tingkatan strategi
dibuat dalam organisasi yang lebih besar, yakni meliputi strategi perusahaan,
bisnis, dan fungsional (atau operasional). Sementara strategi perusahaan akan
menentukan bisnis apakah yang perusahaan akan benar-benar beroperasi di sana,
strategi bisnis akan menentukan bagaimana perusahaan akan bersaing di
masing-masing bisnis yang telah dipilih. Dan strategi tingkat operasional akan
menentukan bagaimana masing-masing bidang fungsional (seperti sumber daya
manusia atau akuntansi) benar-benar akan mendukung strategi-strategi bisnis dan
korporasi. Semua strategi ini harus berkaitan erat untuk memastikan bahwa
organisasi bergerak ke arah yang menyatu.
Perumusan Strategi Fungsional :
a) Kegiatan mengembangkan visi dan
misi organisasi
b) Mengidentifikasikan peluang dan
ancaman external organisasi
c) Menentukan kekuatan dan kelemahan
internal organisasi
d) Menetapkan tujuan jangka panjang
organisasi
e) Membuat sejumlah strategi
alternatif untuk organisasi
f) Memilih strategi terterntu
untuk digunakan
Isu – isu Perumusan Masalah mencakup :
a) Keputusan mengenai bisnis baru yang
akan ditinggalkan
b) Pengalokasian sumber daya
c) Perluasan operasi / diversifikasi
Apa hubungan strategi bisnis dan
strategi E-bisnis
Hubungan dapat dikatakan
bahwa strategi bisnis merupakan dasar dari strategi e-bisnis jadi hubungan
keduanya itu saling berkaitan yaitu awal mula strategi e-bisnis dipengaruhi
olehstrategi bisnis.
Contoh penerapan strategi e-bisnis pada maskapai Garuda Indonesia
Strategi sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan yang ada
dalam lingkungan usaha dan untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Garuda
Indonesia selaku maskapai penerbangan domestik dan internasional yang
menyandang gelar sebagai flag carrier, tentunya memiliki rencana strategis yang
berisikan sasaran yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Dan dengan
perkembangan Teknologi Informasi dalam bentuk E-Business sangat membantu dalam
perkembangan Maskapai Garuda Indonesia itu sendiri.
Diperlukan keselarasan antara strategi bisnis dan strategi e
bisnis sebab dasar dari strategi e bisnis yaitu strategi bisnis. Jadi kedua
strategi ini tentu sejalan atau selaras.
Contohnya sebelum maskapai garuda indonesia memakai strategi e
bisnis tentulah mereka sebelumnya memakai strategi bisnis.
Strategi Bisnis dalam penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang
pada suatu perusahaan dimaksudkan agar mencakup sebuah aksistensi.
Referensi
:
Strategic Management in Action, Hal. 31
J. David Hunger & Thomas L Wheelen. Manajemen
Strategis. Andi Yogyakarta
David, Fred R. (2004). Manajemen Strategis: Konsep-konsep (Edisi
Kesembilan). PT Indeks Kelompok Gramedia. ISBN 979-683-700-5.
Ketchen Jr. D. et all. 2009. “Strategy 2008-2009″. New York:
McGraw-Hill
Porter, Michael. 1996. “What is Strategy?”. Harvard Business
Review hal .61-79
Tidak ada komentar:
Posting Komentar