Section 3
Model Bisnis dalam E-Business
Model
bisnis?? Seperti apa itu Model Bisnis??
Sebuah
model bisnis adalah gambaran logis mengenai bagaimana sebuah organisasi
menciptakan, menghantarkan dan menangkap sebuah nilai dalam bisnis
tersebut.
Komponen
apa saja yang ada pada Model Bisnis??
serta
mengapa model bisnis penting dalam sebuah perusahaan??
Model
Bisnis tidak hanya mencakup sebuah bisnis atau usaha komersial.Model Bisnis
mencakup segala organisasi secara keseluruhan.Berikut ini merupakan sebuah
komponen penting yang ada pada model bisnis, antara lain
ü ü Goals
Model
ü ü Technologies
Model
ü ü Deployment
Diagram
ü ü Business
Rules Model
ü ü Business
Processes Model
ü ü Business
Object Model
ü ü Event
Model dan
ü ü Actors/Unit
Model
Model
Bisnis ini sangat penting bagi sebuah perusahaan. karena model bisnis ini
membantu perusahaan dalam mengelolah serta membantu pembentukan sebuah organisasi
di dalam sebuah perusahaan tersebut. Bukan hanya itu, model bisnis juga mampu
memberikan sebuah dasar yang kuat pada perusahaannya dalam bersaing dengan
perusahaan yang lainnya.
5 Kekuatan utama
perusahaan/Organisasi menurut Michael Porter (Porter’s 5 Forces)
Pengembangan
analisis lima kekuatan utama perusahaan oleh Michael Porter merupakan reaksi
dari analisis yang sebelumnya sudah ada yaitu analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity, Threat). Analisis tersebut digunakan untuk menentukan
unsur kompetitif yang terdapat di sekitar organisasi tersebut serta tingkat
ketertarikan yang ada di pasar (attractiveness of a market ). Menurut Michael
Porter ada 5 kekuatan utama yang disebut lima kekuatan bersaing, antara lain :
1) Intesitas
persaingan dalam industri
2) Ancaman
pendatang baru
3) Ancaman
produk penganti
4) Posisi
tawar konsumen
5) Posisi
tawar pemasok
Pengaruh TI pada
setiap kekuatan yang ada pada Porter’s 5 Forces!
Porter’s
Five Forces Model merupakan suatu kerangka analisis struktur industri yang
digunakan untuk mendeskripsikan kekuatan tawar-menawar dalam industri.
Model
tersebut menjelaskan mengenai potensi laba yang berasal dari persaingan dalam
industri, lima kekuatan tersebut meliputi: ancaman pendatang baru, posisi tawar
konsumen, posisi tawar pemasok, ancaman produk dan jasa substitusi dan
persaingan dalam industri.
Terdapat 5
pertimbangan dalam peningkatan nilai melalui teknologi informasi, yang
meliputi:
a) Akuisisi
konsumen
Pembuatan
jalur online bertujuan memasarkan merek produk, dan
pengembangan
jalur online harus disesuaikan dengan jalur offline. Ketika
calon
konsumen menghubungi perusahaan adalah waktu terpenting dalam
membangun
bisnis kedepan, sehingga pembuatan jalur online harus
mempertimbangkan
tiga aspek, yaitu: isi, format dan akses.
Isi
jalur online harus sesuai dengan merek dan dibuat menarik perhatian,
sehingga
konsumen berkeinginan untuk menjelajah lebih jauh halaman web
site,
dan isi jalur online memuat informasi umum perusahaan.
Format
jalur online dibuat rendah dalam penggunaan bandwidth, sehingga
konsumen
mudah mengakses web site.
b) Mendukung
proses pembelian konsumen
Jalur
online memberikan kemudahan dalam proses pembelian. Indikator
kemudahan
tersebut adalah waktu yang dibutuhkan dalam membeli produk.
Waktu
pembelian akan meliputi pemenuhan kebutuhan informasi mengenai
produk
dan perusahaan. Informasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan informasi meliputi
hubungan perusahaan dengan pihak lain, contoh pihak
tersebut
adalah perusahaan pemasok, asuransi, bank, lembaga sertifikasi,
lembaga
pemerintah dan lain-lain.
c) Pemenuhan
kebutuhan konsumen
Tujuan
pemenuhan kebutuhan konsumen adalah tepat waktu dan tempat,
karena
konsumen membutuhkan keberadaan produk yang dibeli secara cepat.
Kebutuhan
tersebut membutuhkan suatu sistem logistik yang baik. solusi
sistem
logistik dilaksanakan secara insourcing, outsourcing atau kombinasi
keduanya.
d) Mendukung
berkelanjutan konsumen
Berkelanjutan
konsumen dihasilkan dari pemberian pelayanan yang
berkualitas.
Pelayanan berkualitas meliputi transparansi data-data pembelian
dan
kemudahan untuk memberikan pendapat dan sanggahan.
e) Jalur
pelayanan konsumen
Jalur
pelayanan konsumen memiliki tiga aspek yang dapat menjadi
pertimbangan,
yaitu: perubahan model bisnis, strategi surat elektronik dan
virtual
call center.
Bentuk-bentuk
model bisnis serta penerapannya
Ada
4 model pokok yang berkembang dalam revolusi internet ini yang juga dinamakan
the New Economy, yaitu :
1. Business-to-Business
(B2B)
Adalah
model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada perusahaan lain. Ini
diperkirakan sedang berkembang dengan cepat dari segi volume dan nilai
perdagangan, jauh melebihi model - model yang lain.
2. Business-to-Cunsumer
(B2C)
Ini
adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada pasar atau publik.
Contoh
misalnya Amazon.com Inc. (www.amazon.com) yang menjual buku, yang mempunyai
koleksi tidak kurang dari 4,5 juta judul buku.
3. Consumer-to-Consumer
(C2C)
Ini
adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perorangan juga.
Contoh
adalah eBay Inc (www.ebay.com), yakni suatu perusahaan yang menyelenggarakan
lelang melalui internet. Melalui perusahaan ini, perorangan dapat menjual atau
membeli dari perorangan lain melalui internet.
4. Consumer-to-Business
(C2B)
Ini
adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan.
Contoh
ialah Priceline (www.priceline.com), dimana konsumen menawarkan harga tertentu
dimana ia menginginkan membeli berbagai barang dan jasa, termasuk tiket pesawat
terbang dan hotel
Contoh penerapan
Model bisnis TI pada Porter’s 5 Forces
1.
Intesitas persaingan dalam industri, dimana persaingan industri yang sangat
ketat yang memerlukan penelitian harga, para pesaing, dan produk.
2.Ancaman
pendatang baru, dimana datangnya pendatang baru yang menjadi tantangan berat
bagi pendatang lama, sebab pendatang baru biasanya berbisnis yang kreatif dan
inovatif. Contohnya saja HP cina yang sedang marak-maraknya.
3.Ancaman
produk pengganti, dimana produk yang lebih up to date yang biasanya memenangkan
hati konsumen. Contohnya produk susu yg lama dan baru. Pasti yang baru memiliki
manfaat lebih dari yang lama.
4.Posisi
tawar konsumen, dimana mencari tahu keinginan konsumen sekarang ini dengan
melakukan beberapa riset, agar dapat diketahui produk yang laku menurut
keinginan konsumen yang seperti apa.
5.Posisi
tawar pemasok, dimana supplier memberikan penawaran harga serta kualitas baik
sehingga perusahaan dapat bertahan lama dan juga mampu mengalahkan saingannya.
Daftar
Pustaka
· (McSheffrey,
E, 2001, Integrating Business Process Models with UML System Models, Popkin
Software dan Montilva, J., Barrios, J, 2004, BMM: A Business Modeling Method
for Information System Development, Clei
· Elektronic
Journal, Vol. 7, No. 2, Paper 3.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar