Selasa, 26 Maret 2013

KONSEP E-BUSINESS



Section 3
Model Bisnis dalam E-Business

Model bisnis?? Seperti apa itu Model Bisnis??

Sebuah model bisnis adalah gambaran logis mengenai bagaimana sebuah organisasi menciptakan, menghantarkan dan menangkap sebuah nilai dalam bisnis tersebut.

Komponen apa saja yang ada pada Model Bisnis??
serta mengapa model bisnis penting dalam sebuah perusahaan??
Model Bisnis tidak hanya mencakup sebuah bisnis atau usaha komersial.Model Bisnis mencakup segala organisasi secara keseluruhan.Berikut ini merupakan sebuah komponen penting yang ada pada model bisnis, antara lain
ü  ü  Goals Model
ü  ü  Technologies Model
ü  ü  Deployment Diagram
ü  ü  Business Rules Model 
ü  ü  Business Processes Model 
ü  ü  Business Object Model
ü  ü  Event Model dan
ü  ü  Actors/Unit Model
Model Bisnis ini sangat penting bagi sebuah perusahaan. karena model bisnis ini membantu perusahaan dalam mengelolah serta membantu pembentukan sebuah organisasi di dalam sebuah perusahaan tersebut. Bukan hanya itu, model bisnis juga mampu memberikan sebuah dasar yang kuat pada perusahaannya dalam bersaing dengan perusahaan yang lainnya.

5 Kekuatan utama perusahaan/Organisasi menurut Michael Porter (Porter’s 5 Forces)

Pengembangan analisis lima kekuatan utama perusahaan oleh Michael Porter merupakan reaksi dari analisis yang sebelumnya sudah ada yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Analisis tersebut digunakan untuk menentukan unsur kompetitif yang terdapat di sekitar organisasi tersebut serta tingkat ketertarikan yang ada di pasar (attractiveness of a market ). Menurut Michael Porter ada 5 kekuatan utama yang disebut lima kekuatan bersaing, antara lain :
1)     Intesitas persaingan dalam industri
2)     Ancaman pendatang baru
3)     Ancaman produk penganti
4)     Posisi tawar konsumen
5)     Posisi tawar pemasok

Pengaruh TI pada setiap kekuatan yang ada pada Porter’s 5 Forces!

Porter’s Five Forces Model merupakan suatu kerangka analisis struktur industri yang digunakan untuk mendeskripsikan kekuatan tawar-menawar dalam industri.
Model tersebut menjelaskan mengenai potensi laba yang berasal dari persaingan dalam industri, lima kekuatan tersebut meliputi: ancaman pendatang baru, posisi tawar konsumen, posisi tawar pemasok, ancaman produk dan jasa substitusi dan persaingan dalam industri.

Terdapat 5 pertimbangan dalam peningkatan nilai melalui teknologi informasi, yang meliputi:


a)     Akuisisi konsumen
Pembuatan jalur online bertujuan memasarkan merek produk, dan
pengembangan jalur online harus disesuaikan dengan jalur offline. Ketika
calon konsumen menghubungi perusahaan adalah waktu terpenting dalam
membangun bisnis kedepan, sehingga pembuatan jalur online harus
mempertimbangkan tiga aspek, yaitu: isi, format dan akses.
Isi jalur online harus sesuai dengan merek dan dibuat menarik perhatian,
sehingga konsumen berkeinginan untuk menjelajah lebih jauh halaman web
site, dan  isi jalur online memuat informasi umum perusahaan.
Format jalur online dibuat rendah dalam penggunaan bandwidth, sehingga
konsumen mudah mengakses web site.
b)     Mendukung proses pembelian konsumen
Jalur online memberikan kemudahan dalam proses pembelian. Indikator
kemudahan tersebut adalah waktu yang dibutuhkan dalam membeli produk.
Waktu pembelian akan meliputi pemenuhan kebutuhan informasi mengenai
produk dan perusahaan. Informasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan informasi meliputi hubungan perusahaan dengan pihak lain, contoh pihak
tersebut adalah perusahaan pemasok, asuransi, bank, lembaga sertifikasi,
lembaga pemerintah dan lain-lain.
c)     Pemenuhan kebutuhan konsumen
Tujuan pemenuhan kebutuhan konsumen adalah tepat waktu dan tempat,
karena konsumen membutuhkan keberadaan produk yang dibeli secara cepat.
Kebutuhan tersebut membutuhkan suatu sistem logistik yang baik. solusi
sistem logistik dilaksanakan secara insourcing, outsourcing atau kombinasi
keduanya.
d)     Mendukung berkelanjutan konsumen
Berkelanjutan konsumen dihasilkan dari pemberian pelayanan yang
berkualitas. Pelayanan berkualitas meliputi transparansi data-data pembelian
dan kemudahan untuk memberikan pendapat dan sanggahan.
e)    Jalur pelayanan konsumen
Jalur pelayanan konsumen memiliki tiga aspek yang dapat menjadi
pertimbangan, yaitu: perubahan model bisnis, strategi surat elektronik dan
virtual call center.

Bentuk-bentuk model bisnis serta penerapannya

Ada 4 model pokok yang berkembang dalam revolusi internet ini yang juga dinamakan the New Economy, yaitu :
1.     Business-to-Business (B2B)
Adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada perusahaan lain. Ini diperkirakan sedang berkembang dengan cepat dari segi volume dan nilai perdagangan, jauh melebihi model - model yang lain.
2.    Business-to-Cunsumer (B2C)
Ini adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada pasar atau publik.
Contoh misalnya Amazon.com Inc. (www.amazon.com) yang menjual buku, yang mempunyai koleksi tidak kurang dari 4,5 juta judul buku.
3.    Consumer-to-Consumer (C2C)
Ini adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perorangan juga.
Contoh adalah eBay Inc (www.ebay.com), yakni suatu perusahaan yang menyelenggarakan lelang melalui internet. Melalui perusahaan ini, perorangan dapat menjual atau membeli dari perorangan lain melalui internet.
4.    Consumer-to-Business (C2B)
Ini adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan.
Contoh ialah Priceline (www.priceline.com), dimana konsumen menawarkan harga tertentu dimana ia menginginkan membeli berbagai barang dan jasa, termasuk tiket pesawat terbang dan hotel

Contoh penerapan Model bisnis TI pada Porter’s 5 Forces

1. Intesitas persaingan dalam industri, dimana persaingan industri yang sangat ketat yang memerlukan penelitian harga, para pesaing, dan produk.
2.Ancaman pendatang baru, dimana datangnya pendatang baru yang menjadi tantangan berat bagi pendatang lama, sebab pendatang baru biasanya berbisnis yang kreatif dan inovatif. Contohnya saja HP cina yang sedang marak-maraknya.
3.Ancaman produk pengganti, dimana produk yang lebih up to date yang biasanya memenangkan hati konsumen. Contohnya produk susu yg lama dan baru. Pasti yang baru memiliki manfaat lebih dari yang lama.
4.Posisi tawar konsumen, dimana mencari tahu keinginan konsumen sekarang ini dengan melakukan beberapa riset, agar dapat diketahui produk yang laku menurut keinginan konsumen yang seperti apa.
5.Posisi tawar pemasok, dimana supplier memberikan penawaran harga serta kualitas baik sehingga perusahaan dapat bertahan lama dan juga mampu mengalahkan saingannya.

Daftar Pustaka

·  (McSheffrey, E, 2001, Integrating Business Process Models with UML System Models, Popkin Software dan Montilva, J., Barrios, J, 2004, BMM: A Business Modeling Method for Information System Development, Clei
·  Elektronic Journal, Vol. 7, No. 2, Paper 3.)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar