Jumat, 26 Juli 2013

Perencanaan Strategi Sistem Informasi Manajemen

Section_1
Apa sih manajemen strategi bisnis/organisasi itu?

Manajemen strategi adalah pendekatan yang sistematik untuk mencapai tujuan organisasi melalui proses perencanaan yang matang guna menyelaraskan kapabilitas internal organisasi dengan peluang dan ancaman dari lingkungan bisnis yang dimasukinya.

Manajemen strategi bisnis adalah seperangkat keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan performa perusahaan dalam jangka panjang (Wheelan & Hunger: 2001).



Mengapa sih organisasi itu perlu menyusun rencana strategis bisnis/organisasi?
Karena, langkah awal dalam manajemen yang efektif adalah menetapkan sasaran (goal) tujuan yang diharapkan untuk dicapai suatu bisnis dan itu bisa terjadi karena adanya sebuah perencanaan yang strategis. Setiap bisnis memerlukan sasaran. Dengan demikian, dapat dimulai dengan mendiskusikan aspek dasar penetapan sasaran organisasi. Namun demikian, harus juga diingat bahwa memutuskan apa yang ingin dilakukan hanyalah langkah awal bagi suatu organisasi. Para manajer juga harus membuat keputusan mengenai tindakan-tindakan yang akan dan tidak akan mencapai sasaran perusahaan. Tentu saja semua keputusan itu tidak dapat dibuat atas dasar masalah demi masalah atau semata-mata memenuhi kebutuhan sewaktu masalah itu timbul. Pada sebagian besar perusahaan, program dengan cakupan luas mendasari keputusan itu. Program tersebut disebut strategi, yang merupakan perangkat luas rencana organisasi untuk mengimplementasikan keputusan yang diambil demi mencapai tujuan organisasi.
Perlunya sebuah perencanaan dapat menghasilkan ;
1.      Organisasi memiliki latar belakang serta tujuan yang jelas.
2.      Memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan berbagai proses yang akan mengolah informasi tersebut secara otomatis.
3.      Meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan.
4.      Perencanaan dalam organisasi memegang fungsi penting dalam menentukan arah organisasi dan bagaimana sumberdaya dikelola dan tantangan ke depannya.
5.      Perencanaan strategis merupakan instrumen untuk memberikan arah dan paduan bagi pengelolaan organisasi pada  jangka menengah (panjang)  serta pada masa yang datang.


Berikut ini penjelasan siklus rencana strategis (mulai dari proses penyusunan rencana strategis bisnis/organisasi hingga implementasi)!
Pertama kita harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain ;
1.      Pengamatan ligkungan atau sebuah struktur/elemen utama dalam membangun sebuah perencanaan strategi dalam suatu organisasi. Sebuah elemen yang berpengaruh juga dipengaruhi oleh operasi-operasi utama dalam sebuah organisasi.
2.      Perumusan strategi yakni suatu pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan perusahaan. Perumusan strategi meliputi atau menentukan sebuah misi perusahaan, menentukan tujuan-tujuan yang dapat dicapai, sebuah pengembangan strategi, dan penetapan pedoman kebijakan.
3.      Implementasi Strategi  yakni merupakan sebuah proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur.  Proses tersebut mungkin meliputi perubahan budaya secara menyeluruh, struktur dan atau sistem manajemen dari organisasi secara keseluruhan. Kecuali ketika diperlukan perubahan secara dramatis pada perusahaan, manajer level menengah dan bawah akan mengimplementasikan strateginya secara khusus dengan pertimbangan dari manajemen puncak. Kadang-kadang dirujuk sebagai perencanaan operasional, implementasi strategi sering melibatkan keputusan sehari-hari dalam alokasi sumber daya. 
4.      Evaluasi dan pengendalian yang merupakan proses yang melalui aktivitas-aktivitas perusahaan dan dan hasil kinerja dimonitor dan kinerja sesugguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan. Para manajer dalam semua level menggunakan informasi kinerja untuk melakukan tindakan perbaikan dan memecahkan masalah. Walaupun evaluasi dan pengendalian merupakan elemen akhir yang utama dalam manajemen strategi, elemen itu juga dapat menenjukan secara tepat kelemahan-kelemahan dalam implementasi strategi sebelumnya dan mendorong proses keseluruhan untuk dimulai kembali.



Untuk menyusun rencana strategis digunakan beberapa pendekatan yaitu PEST (Political; Economic; Social & Technology) dan SWOT (Strength; Weakness, Opportunity & Threat).
Berikut penjelaskan pendekatan-pendekatan tersebut beserta contohnya!

Digunakannya pendekatan analisis PEST untuk menggambarkan situasi dan kondisi lingkungan yang relevan dengan proses bisnis yang dilakukan suatu organisasi ditinjau dari 4 faktor  yakni ; politik, ekonomi, sosial dan teknologi.

Analisis ini dimanfaatkan sebagai acuan dalam mengembangkan SI/TI terutama hasil analisis yang terkait dengan teknologi yang ada sekarang dan perkembangannya di masa yang akan datang.
P : Politik/hukum : monopoli perusahaan negara, pajak hukum, hukum perlindungan lingkungan, [eraturan perdagangan internasional
E : Ekonomi : suplai uang, harga sumber energi seperti listrik dan BBM
S : Sosial budaya : perubahan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup masyarakat, pendapatan masyarakat
T : Teknologi : pengembangan inovasi terbaru

Dan dengan mengunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan dan faktor-faktor positif yang berasal dari internal organisasi.

Berikut penjelasannya :
Kekuatan-Kesempatan (S dan O) : Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi. Misalnya bila kekuatan perusahaan adalah pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan kualitas yang lebih maju, yang keberadaanya dan kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis kesempatan.
Kelemahan-Kesempatan (W dan O) : Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin dimanfaatkan karena kelemahan perusahaan. Misalnya jaringan distribusi ke pasar tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi lain adalah mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan.
Kekuatan-Ancaman (S atau T) : Dalam analisa ancaman ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga.
Kelemahan-Ancaman (W dan T) : Dalam situasi menghadapi ancaman dan sekaligus kelemahan intern, strategi yang umumnya dilakukan adalah “keluar” dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil adalah “mencairkan” sumber daya yang terikat pada situasi yang mengancam tersebut, dan mengalihkannya pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya adalah mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan ancaman di suatu saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi yang akan dihadapi, anak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dan bertindak dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan mantap, dengan kata lain perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat.

Saat ini juga dikenal beberapa strategi bisnis/organisasi, yakni ;
The Boston Consulting Group Business Matrix (Product Portfolio)
Policy/portfolio matrices
Competitive Forces and Competitive Strategies
Industry Analysis
Berikut penjelasan masing-masing strategi bagaimana sih SI/TI itu mendukung implementasi strategi-strategi tersebut!

The BCG Growth-Share Matrix adalah salah satu contoh awal dari penggunaan teknik matriks portofolio. Hal ini pada dasarnya didasarkan pada dua sila-siklus hidup produk dan hubungan antara pasar berbagi dan profitabilitas.

Bagaimana pasar produk berkembang dari waktu ke waktu dari 'menguji' penerimaan pasar melalui pertumbuhan dengan kejenuhan dan penurunan dan akhirnya menurut pada permintaan pelanggan? Dalam cara yang sama, jenis pelanggan yang membeli produk pada berbagai tahap siklus hidup dapat digunakan untuk mengidentifikasi pasar strategi untuk segmen produk melalui waktu.


Policy/portfolio matrices : Tahap pertama dalam menggunakan salah satu dari matriks adalah untuk memahami arus posisi unit bisnis atau produk-x pada Gambar 2.6. Kemudian, dua pilihan ada untuk pertumbuhan, dengan (i) pengembangan industri, mungkin juga untuk kepentingan orang lain, dengan inovasi produk atau layanan atau dengan menarik strategi Alat dan Teknik 91 Gambar 2.6 Kebijakan / portofolio matriks jenis baru dari pelanggan, atau (ii) memperoleh pangsa pasar dari pesaing. Sama, strategi perlu dipertimbangkan untuk mempertahankan posisi yang ada terhadap penurunan industri atau tekanan kompetitif.

Competitive Forces and Competitive Strategies : Suatu perusahaan ada dalam suatu industri, dan, untuk berhasil, harus efektif berurusan dengan kekuatan kompetitif yang ada dalam tertentu industri. Misalnya, kekuatan dalam industri berkembang seperti bioteknologi atau rekayasa genetika yang jauh berbeda dari pertumbuhan industri, misalnya liburan atau jasa keuangan, atau yang lebih dewasa atau industri menurun seperti mobil atau pertambangan batubara. Selain itu, tekanan beroperasi secara global, seperti dalam industri perangkat lunak, sangat berbeda dengan di industri lokal, seperti DIY ritel, di mana kompetisi internasional sangat terbatas saat ini.
Industry Analysis
TI/SI  dapat mempengaruhi bahan industri penting dengan :
. produk dan jasa
. pasar, saluran distribusi dan perilaku pelanggan

. ekonomi produksi, distribusi atau servis.