Section_1
Apa sih manajemen strategi bisnis/organisasi itu?
Manajemen strategi adalah pendekatan
yang sistematik untuk mencapai tujuan organisasi melalui proses perencanaan
yang matang guna menyelaraskan kapabilitas internal organisasi dengan peluang
dan ancaman dari lingkungan bisnis yang dimasukinya.
Manajemen strategi bisnis adalah seperangkat keputusan dan tindakan manajerial yang
menentukan performa perusahaan dalam jangka panjang (Wheelan & Hunger:
2001).
Mengapa sih organisasi itu perlu
menyusun rencana strategis bisnis/organisasi?
Karena, langkah
awal dalam manajemen yang efektif adalah menetapkan sasaran (goal) tujuan yang
diharapkan untuk dicapai suatu bisnis dan itu bisa terjadi karena adanya sebuah
perencanaan yang strategis. Setiap bisnis memerlukan sasaran. Dengan demikian,
dapat dimulai dengan mendiskusikan aspek dasar penetapan sasaran organisasi.
Namun demikian, harus juga diingat bahwa memutuskan apa yang ingin dilakukan
hanyalah langkah awal bagi suatu organisasi. Para manajer juga harus membuat
keputusan mengenai tindakan-tindakan yang akan dan tidak akan mencapai sasaran
perusahaan. Tentu saja semua keputusan itu tidak dapat dibuat atas dasar
masalah demi masalah atau semata-mata memenuhi kebutuhan sewaktu masalah itu
timbul. Pada sebagian besar perusahaan, program dengan cakupan luas mendasari
keputusan itu. Program tersebut disebut strategi, yang merupakan perangkat luas
rencana organisasi untuk mengimplementasikan keputusan yang diambil demi
mencapai tujuan organisasi.
1.
Organisasi memiliki latar
belakang serta tujuan yang jelas.
2.
Memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan berbagai proses yang akan
mengolah informasi tersebut secara otomatis.
3.
Meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi
guna pengambilan keputusan.
4.
Perencanaan dalam organisasi memegang
fungsi penting dalam menentukan arah organisasi dan bagaimana sumberdaya
dikelola dan tantangan ke depannya.
5.
Perencanaan strategis merupakan
instrumen untuk memberikan arah dan paduan bagi pengelolaan organisasi
pada jangka menengah (panjang) serta pada masa yang datang.
Berikut ini penjelasan siklus
rencana strategis (mulai dari proses penyusunan rencana strategis
bisnis/organisasi hingga implementasi)!
Pertama
kita harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain ;
1. Pengamatan ligkungan atau sebuah
struktur/elemen utama dalam membangun sebuah perencanaan strategi dalam suatu
organisasi. Sebuah elemen yang berpengaruh juga dipengaruhi oleh
operasi-operasi utama dalam sebuah organisasi.
2. Perumusan strategi yakni suatu
pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen efektif dari kesempatan dan
ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan perusahaan. Perumusan
strategi meliputi atau menentukan sebuah misi perusahaan, menentukan
tujuan-tujuan yang dapat dicapai, sebuah pengembangan strategi, dan penetapan
pedoman kebijakan.
3. Implementasi
Strategi yakni merupakan sebuah proses
dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui
pengembangan program, anggaran, dan prosedur. Proses tersebut mungkin
meliputi perubahan budaya secara menyeluruh, struktur dan atau sistem manajemen
dari organisasi secara keseluruhan. Kecuali ketika diperlukan perubahan secara dramatis
pada perusahaan, manajer level menengah dan bawah akan mengimplementasikan
strateginya secara khusus dengan pertimbangan dari manajemen puncak.
Kadang-kadang dirujuk sebagai perencanaan operasional, implementasi strategi
sering melibatkan keputusan sehari-hari dalam alokasi sumber daya.
4. Evaluasi
dan pengendalian yang merupakan proses yang
melalui aktivitas-aktivitas perusahaan dan dan hasil kinerja dimonitor dan
kinerja sesugguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan. Para manajer
dalam semua level menggunakan informasi kinerja untuk melakukan tindakan perbaikan
dan memecahkan masalah. Walaupun evaluasi dan pengendalian merupakan elemen
akhir yang utama dalam manajemen strategi, elemen itu juga dapat menenjukan
secara tepat kelemahan-kelemahan dalam implementasi strategi sebelumnya dan
mendorong proses keseluruhan untuk dimulai kembali.
Untuk menyusun rencana strategis
digunakan beberapa pendekatan yaitu PEST (Political; Economic; Social &
Technology) dan SWOT (Strength; Weakness, Opportunity & Threat).
Berikut penjelaskan
pendekatan-pendekatan tersebut beserta contohnya!
Digunakannya
pendekatan analisis PEST untuk menggambarkan situasi dan kondisi lingkungan
yang relevan dengan proses bisnis yang dilakukan suatu organisasi ditinjau dari
4 faktor yakni ; politik, ekonomi,
sosial dan teknologi.
Analisis ini
dimanfaatkan sebagai acuan dalam mengembangkan SI/TI terutama hasil analisis
yang terkait dengan teknologi yang ada sekarang dan perkembangannya di masa
yang akan datang.
P : Politik/hukum : monopoli perusahaan
negara, pajak hukum, hukum perlindungan lingkungan, [eraturan perdagangan
internasional
E : Ekonomi : suplai uang, harga sumber
energi seperti listrik dan BBM
S : Sosial budaya : perubahan jumlah
penduduk, perubahan gaya hidup masyarakat, pendapatan masyarakat
T : Teknologi : pengembangan inovasi
terbaru
Dan dengan
mengunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan dan faktor-faktor
positif yang berasal dari internal organisasi.
Berikut penjelasannya :
Kekuatan-Kesempatan (S dan O)
: Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah memanfaatkan kekuatan atas
peluang yang telah diidentifikasi. Misalnya bila kekuatan perusahaan adalah
pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk
mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan kualitas yang lebih
maju, yang keberadaanya dan kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis
kesempatan.
Kelemahan-Kesempatan (W dan O)
: Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin dimanfaatkan karena
kelemahan perusahaan. Misalnya jaringan distribusi ke pasar tersebut tidak
dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah
bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap pasar
tersebut. Pilihan strategi lain adalah mengatasi kelemahan agar dapat
memanfaatkan kesempatan.
Kekuatan-Ancaman (S atau T)
: Dalam analisa ancaman ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini
mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dapat mengurangi atau
menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga.
Kelemahan-Ancaman (W dan T)
: Dalam situasi menghadapi ancaman dan sekaligus kelemahan intern, strategi
yang umumnya dilakukan adalah “keluar” dari situasi yang terjepit tersebut.
Keputusan yang diambil adalah “mencairkan” sumber daya yang terikat pada
situasi yang mengancam tersebut, dan mengalihkannya pada usaha lain yang lebih
cerah. Siasat lainnya adalah mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang
lebih kuat, dengan harapan ancaman di suatu saat akan hilang. Dengan mengetahui
situasi yang akan dihadapi, anak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah
yang perlu dan bertindak dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan
mantap, dengan kata lain perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat.
Saat ini juga dikenal beberapa
strategi bisnis/organisasi, yakni ;
The Boston Consulting Group Business
Matrix (Product Portfolio)
Policy/portfolio matrices
Competitive Forces and
Competitive Strategies
Industry Analysis
Berikut penjelasan masing-masing
strategi bagaimana sih SI/TI itu mendukung implementasi strategi-strategi
tersebut!
The BCG Growth-Share Matrix
adalah salah satu contoh awal dari penggunaan teknik matriks portofolio. Hal
ini pada dasarnya didasarkan pada dua sila-siklus hidup produk dan hubungan
antara pasar berbagi dan profitabilitas.
Bagaimana
pasar produk berkembang dari waktu ke waktu dari 'menguji' penerimaan pasar
melalui pertumbuhan dengan kejenuhan dan penurunan dan akhirnya menurut pada
permintaan pelanggan? Dalam cara yang sama, jenis pelanggan yang membeli produk
pada berbagai tahap siklus hidup dapat digunakan untuk mengidentifikasi pasar
strategi untuk segmen produk melalui waktu.
Policy/portfolio matrices :
Tahap pertama dalam menggunakan salah satu dari matriks adalah untuk memahami
arus posisi unit bisnis atau produk-x pada Gambar 2.6. Kemudian, dua pilihan
ada untuk pertumbuhan, dengan (i) pengembangan industri, mungkin juga untuk kepentingan
orang lain, dengan inovasi produk atau layanan atau dengan menarik strategi
Alat dan Teknik 91 Gambar 2.6 Kebijakan / portofolio matriks jenis baru dari
pelanggan, atau (ii) memperoleh pangsa pasar dari pesaing. Sama, strategi perlu
dipertimbangkan untuk mempertahankan posisi yang ada terhadap penurunan industri
atau tekanan kompetitif.
Competitive Forces and Competitive Strategies : Suatu
perusahaan ada dalam suatu industri, dan, untuk berhasil, harus efektif
berurusan dengan kekuatan kompetitif yang ada dalam tertentu industri.
Misalnya, kekuatan dalam industri berkembang seperti bioteknologi atau rekayasa
genetika yang jauh berbeda dari pertumbuhan industri, misalnya liburan atau
jasa keuangan, atau yang lebih dewasa atau industri menurun seperti mobil atau
pertambangan batubara. Selain itu, tekanan beroperasi secara global, seperti
dalam industri perangkat lunak, sangat berbeda dengan di industri lokal,
seperti DIY ritel, di mana kompetisi internasional sangat terbatas saat ini.
Industry
Analysis
TI/SI
dapat mempengaruhi bahan industri penting dengan :
. produk dan jasa
. pasar, saluran distribusi dan perilaku
pelanggan
. ekonomi produksi, distribusi atau
servis.



