Section
11
Tata
Kelola Teknologi Informasi
Apa itu tata kelola TI?
Tata
Kelola Teknologi Informasi adalah penyusunan spesifikasi dari kerangka
kerja akuntabilitas untuk mendorong perilaku yang diinginkan dalam penggunaan
Teknologi Informasi, yang melingkupi perencanaan, manajemen belanja/investasi,
realisasi, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem.
Tata
kelola TI memiliki definisi sebagai berikut (ITGI, 2000): "Tata kelola TI
adalah suatu struktur dan proses yang saling berhubungan serta mengarahkan dan
mengendalikan perusahaan dalam pencapaian tujuan melalui nilai tambah dan
penyeimbangan antara resiko dan manfaat dari teknologi informasi serta
prosesnya"
Apa saja kerangka dan komponen
dalam Tata Kelola TI??
Tiga
komponen dalam kerangka kerja IT Governance berdasarkan riset CISR meliputi
(Weill and Woodham, 2002) :
1. “What”
atau keputusan TI apa yang diambil atau bagaimana TI dipergunakan dalam
organisasi. Keputusan-keputusan tersebut, yang disebut sebagai domain TI,
antara lain meliputi bidang-bidang:
· IT
principles atau prinsip pemanfaatan atau peran TI yang mencerminkan esensi
mengenai arah perusahaan serta bagaimana TI akan dipergunakan
· IT
Infrastructure Strategy, adalah strategi dalam hal membangun pondasi
kapabilitas TI, yang terdiri dari layanan-layanan TI yang standard an
dibagi-pakai oleh seluruh organisasi serta dikoordinir secara terpusat
(misalnya jaringan, helpdesk, data yang dapat dibagi-pakai dan sebagainya)
· IT
Architecture, merupakan sekumpulan kebijakan-kebijakan serta pilihan-pilihan
teknis yang terintegrasi untuk memandu organisasi dalam memenuhi kebutuhan
bisnis.
· Investment
& Prioritization, merupakan keputusan mengenai jumlah serta alokasi biaya
investasi TI, termasuk pengajuan proposal proyek, justifikasi teknis,
persetujuan serta akuntabilitas.
2. “Who”
atau siapa yang memiliki otoritas atau bertanggung jawab dalam pengambilan
keputusan-keputusan penting TI, serta peran stakeholder TI di dalamnya.
Beberapa pola dasar atau IT Governance archetype yang menyangkut pengambilan
keputusan TI, antara lain:
· Business
Monarchy, dimana keputusan diambil oleh individu, grup atau komite yang terdiri
dari eksekutif bisnis senior (pada tingkat CxO atau Chief Executive Officer,
Chief Operation Officer, Chief Finance Officer dan sebagainya)
· IT
Monarchy, dimana keputusan diambil oleh individu TI atau grup eksekutif TI
· Feudal,
dimana keputusan diambil oleh pimpinan unit bisnis, pemilik proses-proses
penting atau delegasi nya.
· IT
Duopoly, dimana keputusan diambil oleh eksekutif TI beserta suatu grup lain
(seperti seorang CxO atau pimpinan unit bisnis)
· Federal,
dimana keputusan diambil secara bersama-sama oleh eksekutif tingkat CxO dan
sedikitnya satu grup bisnis lain (dapat termasuk eksekutif TI)
· Anarchy,
dimana keputusan diambil oleh masing-masing pengguna.
3. “How”
atau bagaimana cara atau mekanisme pengambilan keputusan. Berbagai mekanisme
yang dipakai, dapat dikelompokkan berdasarkan struktur pengambilan keputusan
(seperti executive comitee,IT council dll), proses penyelarasan atau alignment
processes (seperti project tracking, service level agreement dll) dan
pendekatan komunikasi (seperti senior management announcement,intranet,dll).
IT
Governance dalam suatu organisasi, yang dalam hal ini merupakan suatu
pengaturan yang sifatnya ‘Top Level’, merupakan kombinasi antara ketiga
komponen di atas.
Mengapa aspek sumber daya manusia
sangat berperan penting dalam tata kelola TI??
Tata
kelola Teknologi Informasi (TI) menentukan tingkat integrasi dan
pengendalian organisasi atas investasi TI. Integrasi dalam hal ini merupakan
keselarasan serta kesesuaian antara TI dengan aktivitas-aktivitas bisnis yang
lain, seperti kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), keuangan, pemasaran dan
operasional.
Jadi
peran aspek SDM dalam tata kelola TI sudah jelas sangat mempengaruhi kinerja
dari pada tata kelola TI itu sendiri.
5
komponen utama Menurut Weill & Ross (2004) dalam sebuah Tata Kelola TI
Menurut
Weill & Ross (2004) IT Governance adalah suatu wewenang dan tanggung jawab
secara benar dalam menetapkan suatu keputusan untuk mendorong perilaku dalam
penggunaan teknologi informasi pada perusahaan.
Kelima
pilar tata kelola TI tersebut adalah
· IT
Principles, merupakan suatu pertanyaan top level manajemen tentang bagaimana TI
digunakan dalam bisnis organisasi.
· IT
architecture, mendefinisikan integrasi dan standardisasi dalam sistem.
· IT
Infrastructure, menentukan layanan yang digunakan bersama(share service).
· IT
Business Application Needs, menentukan pemenuhan kebutuhan aplikasi bisnis
dengan membangun aplikasi bisnis yang perlu diadakan atau dikembangkan oleh TI.
· IT
Investment. (Lihat Gambar). merupakan keputusan-keputusan yang terkait dengan
inisiatif mana yang perlu diprioritaskan dan berapa banyak yang perlu dikeluarkan.
Kelima
dasar ini sangat penting untuk dipahami oleh sebuah organisasi agar dapat
menjadi bagian dari good corporate governance.
Keputusan-keputusan
tersebut bukan hanya keputusan yang independen melainkan adalah sesuatu yang
saling berhubungan.
Keterhubungannya
dapat kita lihat melalui 6 archetype pengambil keputusan yakni :
· Business
Monarchy yakni jajaran direksi dan komisaris.
· IT
Monarchy yakni manajemen TI.
· Feudal
yakni setip divisi atau unit bisnis membuat keputusan sendiri secara
independen.
· IT
duopoly yakni TI dan salah satu top manajemen atau pemimpin unit bisnis.
· Anarchy
yakni pengambilan keputusan secara independen oleh individual atau
kelompok-kelompok kecil.
Referensi
:
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0CDAQFjAB&url=http%3A%2F%2Fjurnal.mti.cs.ui.ac.id%2Findex.php%2Fjsi%2Farticle%2Fdownload%2F241%2F67&ei=4gxkUaLYK8e4rAeMh4DwBA&usg=AFQjCNE_iHsMNpj4jkyDpAxTIL9WWA2qAA&sig2=1E0zZh9zaEpPksA1KDGopQ&bvm=bv.44990110,d.bmk
http://kopertis11.net/jurnal/Manorang%20Gultom-Pontianak.pdf
http://www.meranginkab.go.id/m-pojok_it3.html
http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/1917/1693