Section 7
E-Procurement
Apa
itu E-Procurement??
E-procurement merupakan intergrasi
dan manajemen elektronik terhadap semua
aktivitas pengadaan termasuk permintaan pembeli, pemberian hak, pemesanan,
pengiriman dan pembayaran antara pembeli dan pemasok (Chaffey, 2004).
Dan menurut Kalakota, Ravi dan Robinson
(2001) menyatakan bahwa e-procurement merupakan proses pengadaan barang atau
lelang dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam bentuk website.
Pengaruh mekanisme e-procurement terhadap
perusahaan
E-procurement merupakan suatu mekanis
pembelian masa kini atau dapat dikatakan sebagai teknik pembelian moderen
dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi berbasis internet dan perangkat teknologi
informasi.
E-procurement adalah bentuk e-commerce
untuk perantaraan barang dan jasa atau digunakan untuk tendering barang dan
jasa antara perusahaan dengan pemasok. E-procurement kebanyakan diakses dari
web oleh perusahaan-perusahaan besar dan badan-badan usaha umum. E-procurement
juga merupakan aplikasi e-commerce untuk proses negosiasi dan perjanjian
(contracting).
E-procurement sangat berpengaruh
terhadap bisnis suatu perusahaan, dimana e-procurement memberikan manfaat yang
sangat besar dalam meningkatkan produktivitas suatu perusahaan. Dan menurut
Kalakota, Ravi, dan Robinson (2001,p315) manfaat dari e-procurement itu sendiri
terbagi atas 2 kategori yakni Efisien dan Efektif.
Apa
saja komponen dalam E-procurement??
Sitem E-procurement merupakan kumpulan
dari sejumlah komponen-komponen atau entitas-entitasdi dalam perusahaan, yang
saling terkait satu dengan yang lainnya, yang memliki fungsi untuk menjalankan
konsep e-procurement di dalam perusahaan.
Adapun
yang dimaksud dengan komponen yang terkait misalnya :
· Hardware
(perangkat keras)
· Software
(perangkat lunak)
· Brainware
(sumber daya manusia)
· Users (pengguna)
· Policy
(kebijakan)
· Governance (tata
kelola)
· Business process
(proses)
· Infrastruktur
perusahaan.
Sistem aplikasi e-procurement juga
merupakan kumpulan dari sejumlah komponen-komponen atau modul-modul aplikasi
(sejumlah sub-program dan database), yang saling terkait dengan yang lainnya,
untuk membentuk suatu aplikasi holostik (utuh) dan terintegrasi dengan fungsi
utama mengaplikasikan konsep e-procurement dalam perusahaan.
Apa
manfaat dari E-Procurement??
1)
Meningkatkan
produktivitas para agen pembelian (menyediakan waktu lebih banyak dan
mengurangi tekanan kerja)
2)
Menurunkan
harga pembelian melalui standarsasi produk dan penggabungan pembelian
3)
Memperbaiki
proses pembayaran
4)
Meningkatkan
efisiensi, menjaga hubungan dengan supplier
5)
Memastikan
pengiriman tepat waktu, setiap waktu
6)
Mengurangi
permintaan keahlian dan pelatihan agen-agen pembelian
7)
Mengurangi
jumlah pemasok
8)
Merampingkan
proses procurement, membuat secara sederhana dan cepat
9)
Menemukan
suppliers baru dan penjual yang dapat menyediakan produk secara cepat dan murah
10) Mengintegrasikan
proses procurement dengan pengawasan anggaran
11) Mengurangi
kesalahan manusia dalam pembelian dan proses pengiriman
5
faktor utama yang mempengaruhi penerapan e-procurement, yakni :
1)
Faktor
Organisasi : Penerapan e-procurement lebih bagus digunakan dalam organisasi
yang besar ketimbang dengan organisasi yang kecil. Salah satu contohnya adalah
keterlambatan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti : pemilik perusahaan
yang kurang mendukung teknologi, miskin sumber daya, infrastruktur IT yg kurang
memadai serta keterbatasan pengetahuan dalam organisasi yang kecil.
2)
Faktor
Kesiapan : Banyak perusahaan yang mengalami beberapa masalh dalam
mengimplementasikan proyek e-bisnis yang berkaitan dengan keputusan yang
tergesa-gesa, piranti lunak yang tidak jelas, tidak ada dasar teoritis yang
mendeterminasikan aplikasi apa yang cepat.
3)
Faktor
Persediaan : kurangnya bantuan dan kelembaman struktural dari organisasi besar
dalam rantai persediaan dapat mengurangi rangsangan implementasi e-bisnis
4)
Faktor
Strategik dan Faktor Kebijakan Hukum
5)
5
Faktor ini lah yang akan mempengaruhi penerapan e-procurement, jika ke 5 faktor ini terjadi suatu kesalahan,
maka itu akan mendatangkan sebuah kendala atau permasalahan akan penerapan
e-procuremet itu sendiri.
Strategi dalam mengintegrasikan
sistem e-procurement
Ø Sistem kontrol
stok, dirancang untuk memfasilitasi pengadaan produksi terkait. Sebagai contoh,
sistem ini memberitahukan manajer pembelian saat jumlah stok telah jatuh di
bawah tingkat tertentu dan barang-barang harus diorder kembali.
Ø Katalog cd/web,
menyajikan penggantian katalog berbasis kertas dengan fungsi pencarian untuk
memudahkan menemukan item tertentu.
Ø Sistem intergasi
berbasis email atau database dengan ururtan organisasi, dengan persetujuan dari
pihak manajer dan penempatan order oleh pembeli. Melalui penggunaan sistem ini,
maka pesanan dapat dengan cepat diterima dari satu orang ke orang lain tanpa
kehilangan informasi.
Ø Order entri di
situs web, yang memungkinkan para penggunanya untuk membeli barang-barang
langsung di website penjual. Namun, karena tidak adanya integrasi dengan sistem
akuntansi internal, maka proses data pembelian perlu diolah.
Ø Sistem
akuntansi, yang memungkinkan departemen pembelian untuk memesan dan sekaligus
untuk menyampaikan informasi yang akan digunakan proses akuntansi internal
untuk membuat pembayaran setelah menerima tagihan.
Ø Integrated
e-procurement sistem mengintegrasikan semua fungsi dengan para pemasok
Contoh implementasi e-procurement
dalam perusahaan
serta manfaat dan keuntungan yang
didapat
Melalui E-Proc PT. Semen Gresik
(Persero), akan terbentuk proses yang mempermudah kinerja
panitia lelang, penyedia / vendor amupun masyarakat pada umumnya. Keuntungan
E-Proc PT. Semen Gresik (Persero) bagi panitia lelang di antaranya :
mempermudah panitia pengadaan dalam mempertanggung jawabkan proses pengadaan,
dan meminimalkan pengadaan barang / jasa yang tidak sehat, seperti tindakan
intimidasi dan kolusi antara vendor dan panitia E-Proc PT. Semen Gresik
(Persero).
Keuntungan E-Proc PT. Semen Gresik
(Persero) bagi penyedia, antara lain menciptakan persaingan usaha yang sehat,
memperluas peluang usaha yang sehat, membuka kesempatan pelaku usaha untuk
mengikuti lelang, juga menghindarkan berkumpulnya peserta penyedia dari hal-hal
yang tidak diinginkan. Sedangkan bagi masyarakat umum, penerapan E-Proc PT.
Semen Gresik (Persero) bisa memberikan kesempatan untuk mengetahui proses
pengadaan secara transparan.
Selain itu, pemanfaatan aplikasi E-Proc
PT. Semen Gresik (Persero) akan meningkatkan proses bisnis yang mampu
menjadikan system aplikasi menjadi salah satu profit center perusahaan.
Misalnya : iklan tetap di portal E-Proc PT. Semen Gresik (Persero) (corporate
advertising or marketing); SMS mobile untuk penyedia informasi terkait
pengumuman pengadaan, proses, hingga penunjukan pemenang; bisa menjalin
kerjasama dengan situs search engine serta mewujudkan konsep marketplace.
Portal PT.
Semen Gresik (Persero) juga bisa di-hosting oleh perusahaan lain
yang ingin melakukan pengadaan, tanpa harus men-develop jaringan infrastuktur
dan aplikasi terlebih dahulu. Mereka hanya perlu melakukan kerjasama dengan PT.
Semen Gresik (Persero) dalam menyediakan layanan agar mampu mewujudkan
efisiensi pengelolaan pengadaan barang dan jasa. Ini merupakan modal untuk
mengembangkan E-Proc PT. Semen Gresik (Persero) menjadi lebih baik.
Referensi
:
library.binus.ac.id/eColls/.../2011-1-00447-mn%202.pdf
http://forum.kompas.com/lapak-campur-sari/94135-e-procurement-pt-semen-gresik-persero-sebagai-sarana-implementasi-gcg.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar