Section 10
ERP(Enterprise Resources Planning)
Apa itu
Enterprise Resources Planning (ERP)?
Pengertian ERP atau
Enterprise Resources Planning, memiliki banyak versi.Berikut ini merupakan
beberapa pengertian tentang Enterprise Resources Planning.
Diantaranya :
Ø ERP
adalah suatu proses perencanaan bisnis terintegrasi beserta eksekusinya guna
mencapai fungsi-fungsi dari proses bisnis itu. ERP mengelola operasi dan
fungsi-fungsi pendukung dari industri manufaktur dengan harus memperhatikan
sumber-sumber daya kritis dari perusahaan.
Ø ERP
adalah suatu tulang punggung lintas fungsi perusahaan yang mengintegrasikan dan
mengotomatisasikan banyak proses interal dan sistem informasi dalam hal fungsi
produksi, logistik, distribusi, akutansi, keuangan dan sumber daya manusia pada
perusahaan.( O’Brien, 2006, p30)
Ø ERP
adalah sebuah konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya perusahaan
meliputi dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas yang
berpengaruh luas mulai dari manajemen paling atas hingga operasional di sebuah
perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai
tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan (stake holder) atas perusahaan
tersebut.
Ø ERP adalah
tulang punggung teknologi dari e-bisnis, sebuah kerangka kerja transaksi keseluruhan
perusahaan dengan berbagai hubungan pemrosesan pesanan penjualan, manajemen dan
pengendalian persediaan, perencanaan produksi dan distribusi serta keuangan.
Dengan
beberapa pengertian diatas, ERP dapat diartikan sebagai sebuah proses perencanaan
serta pengelolaha operrasi yang berpengaruh pada kapasitas sebuah perusahaan.
Komponen
utama yang ada dalam ERP!
ERP
biasanya terbagi atas modul utama Operasi dan modul pendukung Finansial,
Akunting dan Sumber Daya Manusia sebagai berikut:
· Modul
Operasi
Terdiri
atas General Logistic, Sales and Distribution, MaterialsManagement,
Logistic Execution, Quality Management, Plant Maintenance, Customer Service,
Production Planning and Control, Project System, Environment Management
· Modul
Finansial dan Akunting
Terdiri
atas General Accounting, Financial Accounting, Controlling, Investment
Management, Treasury, Enterprise Controlling
· Modul
Sumber Daya Manusia
Terdiri
atas Personnel Management, Personnel Time Management, Payroll, Training
and Event Management, Organizational Management, Travel Management
Konsep
ERP dapat dijalankan dengan baik, jika didukung oleh seperangkat aplikasi dan
infrastruktur komputer baik software dan hardware sehingga pengolahan data dan
informasi dapat dilakukan dengan mudah dan terintegrasi. Oleh karena itu,
hampir tidak mungkin mewujudkan konsep ERP tanpa adanya dukungan sistem
berbasis komputer. Konsep-konsep dasar ERP, yaitu [OLS–2004]:
•
“ERP terdiri atas paket software komersial yang menjamin integrasi yang mulus
atas semua
aliran
informasi di perusahaan, meliputi keuangan, akuntansi, sumber daya manusia,
rantai
pasok,
dan informasi konsumen” (Davenport, 1998).
•
“Sistem ERP adalah paket sistem informasi yang dapat dikonfigurasi, yang
mengintegrasikan
informasi
dan proses yang berbasis informasi didalam, dan melintas area fungsional dalam
sebuah
organisasi” (Kumar & Van Hillsgerberg, 2000).
•
“Satu basis data, satu aplikasi, dan satu kesatuan antarmuka di seluruh
enterprise” (Tadjer,
1998).
Apa hubungan
antara ERP dan arsitektur e-Business??
E-bisnis
difokuskan pada efisiensi dan efektivitas eksternal, lintas-proses perusahaan.
Sementara teknologi ERP mendukung strategi bisnis, e-bisnis untuk membuka pintu
peluang strategis baru, yang memaksa ERP untuk mengambil satu langkah lebih
jauh untuk berpindah dari satu system model ERP ke model sistem ERP extended.
Teknologi
Web menyediakan jembatan antara perusahaan dan mitra bisnis mereka untuk
membuat e-bisnis yang memungkinkan, sementara e-bisnis membuat sistem ERP lebih
transparan dan terlihat.
E-bisnis
difokuskan pada efisiensi dan efektivitas eksternal, lintas-proses perusahaan.
Sementara teknologi ERP mendukung strategi bisnis, e-bisnis untuk membuka pintu
peluang strategis baru, yang memaksa ERP untuk mengambil satu langkah lebih
jauh untuk berpindah dari satu system model ERP ke model sistem ERP extended.
Teknologi Web menyediakan jembatan antara perusahaan dan mitra bisnis mereka
untuk membuat e-bisnis yang memungkinkan, sementara e-bisnis membuat sistem ERP
lebih transparan dan terlihat.
Daripada
berpikir tentang ERP dalam perusahaan, kita dapat melihat sistem ERP di
sepanjang value chain pada perusahaan di industri yang sama, atau di lintasan
industri. Perusahaan kini mengubah perhatian penglihatan mereka untuk terlibat
dalam bisnis dengan para pelanggan, pemasok dan mitra bisnis melalui penggunaan
internet dan teknologi berbasis Web. Fungsionalitas ERP harus bergerak ke Web
karena di situlah sebagian besar proses bisnis inti yang sedang dilaksanakan.
Jika
sebuah perusahaan dapat didesentralisasikan unit bisnis otonom, mereka harus
dapat mengakses dan berbagi data antar departemen, manajer dan karyawan. Dengan
sistem ERP, transaksi hanya perlu dimasukkan sekali. Sistem dapat memproses
transaksi di modul perangkat lunak yang berbeda, sehingga sangat komprehensif
dan informasi terpadu yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sementara sistem ERP dapat dipandang sebagai repositori untuk data, informasi
dan pengetahuan, dan melampaui batas-batas fungsional oleh perusahaan yang
mendefinisikan kembali proses yang begitu luas, memungkinkan sistem ERP
Web-enabled memaksa perusahaan untuk melihat proses yang menyertakan beberapa
perusahaan
Apa manfaat TI
dalam ERP??
Teknologi
Informasi dapat mengotomatisasi proses pengelolaan informasi dari mulai
memasukkan informasi, menyimpan, dan memperbaruinya setiap saat sehingga setiap
orang bisa mendapatkan informasi terbaru dan melakukan analisis dengan mudah.
Oleh karena itu proses penyampaian pesan, informasi, maupun pengetahuan dapat
lebih cepat, mudah dan dijamin up to date.
Otomatisasi
proses pengelolaan teknologi informasi dapat dilihat salah satunya dalam
penerapan Enterprise Resources Planning (ERP). Mekanisasi proses kerja dengan
menggunakan ERP. Dengan memusatkan tempat penyimpanan data pada satu tempat,
maka tercipta kemudahan untuk mendapatkan berbagai data, karena setiap
departemen/divisi mengirimkan data mereka pada tempat ini.
Berikut
ini beberapa manfaat TI dalam ERP
· Meningkatkan
efisiensi biaya
· Distribusi
informasi yang
· Data
base marketing Anda dapat dilihat dan diperbarui setiap saat.
· Pencarian
data dapat lebih mudah dan cepat
Efisiensi
biaya, waktu dan tenaga dalam penerapan Teknologi Informasi melalui pelaksanaan
sistem manajemen ERP juga dapat dibuktikan melalui :
1) Single
Entry, maksudnya dalam ERP, Anda hanya cukup satu kali memasukkan data untuk
mendapatkan beberapa laporan.
2) Melalui
ERP status barang/order dapat dipantau setiap saat.
3) Data
base marketing Anda dapat dilihat dan diperbarui setiap saat.
4) Dengan
menggunakan teknologi komputer, Anda tidak lagi memerlukan banyak paperwork,
cukup menyimpan soft-copynya dan data /laporan dapat diprint/cetak kapan saja
diperlukan.
5) Pencarian
data dapat lebih mudah dan cepat, karena semuanya telah didokumentasi dan
dikordinasi dengan baik oleh pusat data yang telah terbentuk dalam sistem ERP.
6) Mengurangi
Lead Time, maksudnya penyebaran informasi dilakukan secara serempak dan bersamaan
ke tiap departemen, sehingga proses di tiap departemen terkait dapat
dilaksanakan segera dan secepatnya tanpa harus saling menunggu sampainya
informasi.
Selain
faktor efisiensi waktu, biaya, dan tenaga, penerapan ERP juga dapat dijadikan
sebagaisarana belajar bagi para karyawan untuk meninggalkan budaya kerja lama.
Budaya kerja lama yang dimaksud salah satunya adalah kebiasaan karyawan
melempar tanggung jawab bila terjadi suatu kesalahan dalam proses kerja.
Padahal yang seharusnya dilakukan adalah mencari solusi untuk memperbaiki
kesalahan yang terlanjur terjadi.
Kontribusi
ERP dalam hal ini adalah membantu pelaksanaan dan pendokumentasian komunikasi
internal antar karyawan. Dengan adanya pendokumentasian ini, kita dapat
memantau dan mengendalikan kinerja setiap proses.
Untuk
selanjutnya tinggal dipikirkan tindakan perbaikan dan pencegahan yang
seharusnya dilakukan. Kelancaran proses kerja sebagai hasil dari penerapan ERP
dapat membantu perusahaan memenuhi keinginan pelanggan sehingga perusahaan
dapat mencapai kepuasan pelanggan.
ERP
sendiri fokus kepada efisensi produksi internal perusahaan, distribusi dan
proses keuangan,semua itu akan sangat terbantu dengan adanya TI di perusahaan
tersebut.Sehingga dengan adanya TI di harapkan akan sangat membantu perusahaan
dalam hal distribusi barang dan keuangannya.Dengan adanya TI semua kegiatan
perusahaan dapat terintegrasi dengan baik.
Apa penyebab
kegagalan implementasi ERP??
Gagalnya
ERP :
· Waktu
dan biaya implementasi yang melebihi anggaran
· Pre-implementation
tidak dilakukan dengan baik
· Strategi
operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya
· Orang-orang
tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru
Tanda-tanda
kegagalan ERP
Kegagalan
ERP biasanya ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut:
· Kurangnya
komitmen top management
· Kurangnya
pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisis strategi bisnis)
· Cacatnya
proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan)
· Kurangnya
sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal)
· Kurangnya
‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan
· Kesalahan
penghitungan waktu implementasi
· Tidak
cocoknya software dgn business process
· Kurangnya
training dan pembelajaran
· Cacatnya
project design & management
· Kurangnya
komunikasi
· Saran
penghematan yang menyesatkan
Faktor-faktor
yang menyebabkan suatu ERP gagal di implementasikan
adalah
sebagai berikut:
· Waktu
dan biaya implementasi yang melebihi anggaran.
· Pre-implementation
tidak dilakukan dengan baik.
· Strategi
operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya.
· Orang-orang
tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru.
Indikator
kegagalan dalam pengimplementasi
ERP
adalah sebagai berikut :
· Kurangnya
komitmen top management.
· Kurangnya
pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis).
· Cacatnya
proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan).
· Kurangnya
sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal).
· Kurangnya
‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan.
· Kesalahan
penghitungan waktu implementasi.
· Tidak
cocoknya software dengan business process.
· Kurangnya
training dan pembelajaran.
· Cacatnya
project design & management.
· Kurangnya
komunikasi.
· Saran
penghematan yang menyesatkan.
Apakah dengan
ERP maka perusahaan dapat mengintegrasikan seluruh proses bisnis dalam
perusahaan??
Keuntungan
besar dari solusi ERP adalah kenyataan bahwa mereka memastikan pelaksanaan yang
besar dari semua proses bisnis perusahaan dan meningkatkan produktivitas dan
efisiensi dari layanan pelanggan. ERP adalah perangkat lunak sangat membantu
dalam menganalisis, perencanaan dan peramalan kegiatan perusahaan menjamin pandangan
yang jelas dan lengkap dari semua sudut pandang.
Software
ERP juga memfasilitasi aliran informasi antara bagian yang berbeda dan
departemen perusahaan. Hal ini dapat menghubungkan semua tempat usaha dan untuk
menawarkan tampilan lengkap dan konsolidasi.
ERP
juga mampu menghubungkan pemasok, mitra bisnis, dan klien memungkinkan
kolaborasi yang lebih besar. Hal ini juga sangat membantu dalam mengelola biaya
secara efektif dan efisien aliran uang, kekuatan manusia, saham, dan tidak pada
akhirnya, mesin.
ERP
juga menjamin tingkat besar perlindungan privasi dan keamanan. Berbagi data
dijamin oleh hak akses perusahaan.
Dalam
mengimplementasikan ERP, biasa difokuskan pada unit tertentu terdahulu, ini
akan mengurangi resiko kegagalan sambil menguji sistem ERP pada unit tersebut.
Apabila hasilnya memuaskan, maka sistem ERP akan diImplementasikan pada
unit-unit yang lainnya
Dengan
mengimplementasikan sistem ERP di suatu organisasi akan mengintegrasikan sistem
yang berakibat:
1) Yang
dilakukan pada satu modul secara otomatis akan memutakhirkan modul lainnya bila
informasi yang diubah berkaitan dengan modul tersebut. Data akan termutakhirkan
secara langsung begitu user menginput data ke dalam sistem. Hal ini yang
dikenal dengan istilah “real-time processing”
2) Integrasi
secara sistem bisa terjadi dengan syarat bahwa seluruh perusahaan harus
menggunakan satu sumber data yang sama,baik untuk data pelanggan, data produk
maupun data vendor.
3) Transparansi
data, semua user yang mempunyai akses ke sistem akan dapat melihat semua
informasi yang paling mutakhir setiap saat diperlukan walaupun informasi
tersebut diinput oleh user lain pun
Aplikasi
ERP terdiri dari beberapa bagian, seperti: Marketing dan Penjualan (Sales),
Produksi,
Stok (Inventory), Keuangan dan Akunting (Finance dan Accounting), Sumber
Daya
Manusia / SDM (Human Resources / HR) dan bidang-bidang lainnya sesuai dengan
kebutuhan
bisnis. Penggunaan IT dalam sebuah organisasi sangatlah penting, untuk
menerapkan IT haruslah dilihat karakteristik organisasi tersebut.
Mengapa ERP
sering disamakan dengan e-Business??
ERP
merupakan tulang punggung teknologi dari e-business, sebuah kerangka kerja
transaksi keseluruhan perusahaan dengan berbagai hubungan ke pemprosesan
pesanan, penjualan, manajemen dan pengendalian persediaan, perencanaan produksi
dan distribusi serta keuangan. Semua jenis bisnis kini mengimplementasikan
system enterprise resource planning (ERP). Perusahaan besar diseluruh dunia
mulai memasang system ERP pada tahun 1990 sebagai kerangka kerja konseptual dan
katalis untuk merekayasa ulang proses bisnis mereka. ERP juga berfungsi sebagai
mesin software penting yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan dan menyelesaikan
proses lintas fungsi yang dihasilkannya. Kini, ERP dianggap penting sebagai
bahan penting yang dibutuhkan perusahaan untuk bisa mendapatkan efisiensi,
kelincahan, dan responsivitas yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di
lingkungan bisnis yang dinamis saat ini.
Untuk
dapat mengetahui penerapan ERP disebuah perusahaan, maka kita akan
melihat ERP pada perusahaan rokok Indonesia.. PT. HM Sampoerna adalah salah
satu dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia selain Gudang Garam dan
Djarum. Dalam perkembangannya, operasional harian menjadi sangat rumit. Salah
satu departemen yang mengalaminya adalah departemen logistik yang pekerjaan
hariannya menyatukan data-data persediaan bahan baku, distribusi bahan baku,
data produksi. Data-data tersebut terkumpul pada akhir jam kerja, sehingga menyulitkan.
Ini dilakukan dengan manual, sehingga bisa dibayangkan sulitnya jika data-data
tersebut terdiri dari ribuan data dan memerlukan proses yang lama. Masalah
tersebut mendorong PT. HM Sampoerna untuk membangun Teknologi Informasi, yang
dimulai pada tahun 1992.
Referensi
:
http://journal.uii.ac.id/index.php/JSB/article/viewFile/1042/967
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2012-1-00594-SI%20Bab%202.pdf
http://www.galih.web.id/2012/01/integrating-is-technologies-studi-kasus_21.html
http://www.aimsconsultants.com/news/articles/14-manfaat-penerapan-erp
http://wenii.blog.binusian.org/2010/04/17/erp-crm/
http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan_sumber_daya_perusahaan#Penerapan_ERP
http://www.aimsconsultants.com/news/articles/14-manfaat-penerapan-erp
http://amrina48.blogstudent.mb.ipb.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar