Selasa, 08 April 2014


USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
APLIKASI INFO KOS SALATIGA BERBASIS MOBILE
BIDANG KEGIATAN :
PKM KEWIRAUSAHAAN



PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
            Menjadi seorang mahasiswa luar kota maupun luar pulau, pasti memerlukan tempat untuk tinggal sementara atau sering kita sebut kos atau kontrak. Hal ini tentunya membuka peluang usaha tersendiri bagi penduduk atau warga yang bertempat tinggal tidak jauh dari kampus. Tetapi sejalan dengan banyaknya tempat yang ditawarkan, sebagai mahasiswa baru tetap saja hal ini menjadi kendala tersendiri dalam memilih kos atau kontrakan yang sesuai. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi yang diperoleh, karena selama ini informasi hanya didapat dari teman, sedangkan bagi pendatang baru masih belum cukup memiliki teman maupun informasi tentang kota Salatiga.
            Dari persoalan tersebut maka kami mempunyai ide untuk membuat sebuah aplikasi berbasis Mobile yang memuat info kos di Kota Salatiga. Kami membuat aplikasi berbasis mobile yang bertujuan agar dapat diakses secara cepat dan aplikasi ini nantinya akan dapat di unduh di Google Play mengingat pengguna android di Indonesia mencapai 400 juta pengguna di Tahun 2012 (merdeka.com). Sebelumnya ditemui web yang memuat info kos maupun kontrakan yaitu www.infokos.net dan www.infokos.com tetapi pada web tersebut tidak terdapat info mengenai kos atau kontrakan di Kota Salatiga dan hanya terbatas pada kota-kota besar saja. Pada aplikasi ini kami khususkan untuk daerah Kota Salatiga yang mana akan bekerja sama dengan Universitas Kristen Satya Wacana.
            Kota Salatiga sendiri memiliki luas wilayah 56.781 km2 (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Salatiga, Januari 2011) dengan jumlah penduduk 173.874 jiwa dengan 4 kecamatan (salatigakota.bps.go.id) merupakan kota kecil dengan penduduk yang cukup banyak. Oleh karena itu kami memilih Kota Salatiga sebagai objek dari aplikasi kami, disamping penduduknya yang cukup banyak, Kota Salatiga juga tidak memiliki luas wilayah yang begitu besar hal ini tentu saja memberikan kemudahan bagi kami untuk mengumpulkan informasi kos yang ada. Selain itu di Salatiga terdapat sebuah Universitas yaitu Universitas Kristen Satya Wacana yang mempunyai ±3000 mahasiswa baru di setiap tahunya yang terdiri dari 50% mahasiswa dari luar Kota Salatiga, 20% dari luar jawa dan sisanya adalah mahasiswa yang berasal dari Kota Salatiga (BAA UKSW). Dari presentase yang diperoleh tentunya hal ini membuka pangsa pasar yang cukup besar untuk dapat memasarkan aplikasi kami. Oleh karena itu diharapkan dari aplikasi ini calon mahasiswa maupun mahasiswa UKSW dapat memperoleh kemudahan dalam memilih kos yang berada di Kota Salatiga serta orang tuapun dapat mengetahui info kos yang akan dihuni oleh putra-putrinya. Untuk kedepanya kami berharap agar aplikasi ini tidak terbatas pada Kota Salatiga saja dan dapat mencakup wilayah-wilayah sekitarnya


1.2. Rumusan Masalah
           Melihat latar belakang di atas dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu “ Bagaimana menghasilkan profit dari program info kos salatiga?”

1.3. Tujuan Program
            Aplikasi program info kos salatiga ini dibuat agar dapat menghasilkan rekomendasi info kos yang dibutuhkan oleh calon mahasiswa atau mahasiswa UKSW di Kota Salatiga

1.4. Luaran Yang Diharapkan
            Diharapkan aplikasi info kos ini kedepannya bisa menjadi sebuah aplikasi resmi yang mempunyai hak paten sendiri, sehingga bisa digunakan oleh calon mahasiswa, mahasiswa maupun orang tua mahasiswa UKSW dengan mudah. Dan tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan aplikasi ini dengan menambahkan fitur dan jumlah info kos yang ada dan tidak hanya terbatas pada Kota Salatiga, jika pemasang iklan (pemilik kos) melebihi target yang ditentukan.

1.5. Kegunaan Program
Program ini memiliki kegunaan sebagai berikut:
·         Menyediakan info kos di Salatiga secara lengkap
·         Membantu calon mahasiswa dalam mencari info kos


BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

            Aplikasi ini memuat info kos yang berada di Kota Salatiga. Selain itu aplikasi ini bekerja sama dengan pihak Universitas Kristen Satya Wacana. Hal ini bertujuan agar mahasiswa Universita Kristen Satya Wacana memperoleh kemudahan dalam memilih kos yang berada di Kota Salatiga. Selain itu, orang tua dapat mengetahui info kos yang ada. Aplikasi ini berbasis Mobile yang dapat diunduh di Google Play. Sehingga pengguna akan diberikan kemudahan dalam mengoprasikanya, diharapkan aplikasi ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana sebagai bahan pertimbangan dalam memilih kos.
            Sasaran utama kami adalah calon mahasiswa UKSW tetapi tidak menutup kemungkinan aplikasi ini kedepanya dapat digunakan oleh masyarakat luas. Aplikasi ini akan menampilkan berbagai info kos yang didalamnya terdapat juga info fasilitas yang ditawarkan. Tetapi aplikasi ini hanya akan menyediakan info kos yang ada di salatiga


Minggu, 28 Juli 2013

Perencanaan Strategi Sistem Informasi Manajemen

DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
Jl.Pemotongan No.73 Tel. (0298) 322198
SALATIGA


Untuk melengkapi pemahaman terhadap Perencanaan Strategis Sistem Informasi Manajemen maka kami mengadakan kunjungan ke lembaga Pemerintah Kota Salatiga dalam hal ini Dinas perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah untuk menganalisa kondisi internal dan inventarisasi Sistem Informasi / Teknologi Informasi dalam dinas tersebut. Laporan Kunjungan ke lapangan berbentuk Blangko Survey (file terlampir dibawah) dan transkrip wawancara yang dilakukan.

Analisis/kondisi yang di dapat dilapangan,berdasarkan Blangko Survey serta transkrip wawancara adalah sebagai berikut ;

·         Bidang Industri:
Hasil dari analisa/kondisi yang kami dapatkan bahwa ada 4 operasional komputer dan semuanya aktif dipakai. Dari informasi yang didapat mereka dalam memprosesan data mereka hanya menggunakan aplikasi microsoft word dan excel untuk membuat file/data.
Disamping itu mereka sudah menggunakan internet dalam bentuk speedy sebagai fasilitas penunjangnya serta proses pelayanan di sana, masyarakat yang ingin meminta bantuan pelayanan industri atau mencari info tentang bidang mereka dalam hal ini industri, langsung datang ke bidang tersebut.
Dari bidanga indurtri tersebut memberikan pelanyanan yg masyarakan perlukan antara lain memfasilitasi, memberikan pelatihan lebih, serta manjawab persoalan mereka. Selain itu permasalahan yang mereka (Bidang Industri) itu sendiri adalah kurangnya infrastruktur yang menunjang dalam mendukung proses kerja mereka.
·         Bidang Perdagangan dan UMKM :
Hasil analisis serta kondisi yang kami dapatkan dilapangan bahwa tempat atau kantor Bidang perdangan dan UMKM digabungkan satu sama lain. Bidang perdagangan dan UMKM masing-masing memiliki 1 komputer yang aktif sedangkan ada 3 lainnya yang tidak aktif/rusak. Aplikasi yang mereka gunakan guna membantu mereka dalam peroses kinerjanya, mereka hanya menggunakan Microsoft Word dan Excel serta jaringan internet dalam bentuk speedy dalam menunjang kinerja mereka. Dalam hal ini, mereka menggunakan jaringan internet untuk hanya sebagain jaringan komunikasi dalam bentuk massage  atau Email.
Proses pelayanan mereka kepada masyarakat yakni berupa memfasilitasi guna dalam membangun usaha, pelatihan serta membuat surat ijin untuk membangun usaha. Permasalahan yang dihadapi bidang perdangangan dan UMKM adalah sama yakni kurangnya fasilitas teknologi berupa komputer serta aplikasi yang dapat membantu mereka dalam hal mendukung proses kinerja mereka serta kurangnya fasilitas tempat antar pegawai.
·         Bidang Koperasi :
Dari hasil analisis/kondisi yang kami dapatkan di bidang koperasi yakni adanya 1 komputer yang beroperasi serta 3 komputer yang tidak aktif atau russak. Pelayanan yang mereka berikan bagi masyarakat berupa pembinaan koperasi.
Permasalahan yang mereka hadapi berupa dalam proses pembinaan tidak berkala serta kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang menunjang kinerja mereka.

Jumat, 26 Juli 2013

Perencanaan Strategi Sistem Informasi Manajemen

Section_4
Memahami Potensi strategi  SI/TI pada masa depan

Kalau di tanya,.. apasih Potensi dari strategi SI/TI pada masa depan??
Jawabannya, sudah pasti dengan potensi dari strategi SI/TI yang jelas. Maka, strategi SI/TI dalam masa depan sangat baik. Karena, dengan adanya strategi SI/TI yang jelas maka secara tidak langsung peran SI/TI sangat membantu dalam hal pengembangan dalam suatu organisasi dalam menentukan serta membantu dalam pengambilan keputusan yang baik bagi suatu organisasi tersebut.
Peran SI/ TI juga meningkat sejalan dengan peningkatan ekonomi dan kapabilitas. Peningkatan persaingan bisnis memberikan motivasi untuk menginvestasi cara yang lebih efisien dan efektif menjalankan proses bisnis dan mengelola bisnis.
Hal terakhir mengenai evolusi perencanaan SI/ TI itu sendiri adalah bahwa mereka adalah proses yang bergantung pada keterlibatan user dan manajemen senior untuk bisa sukses. Perencanaan SI/ TI kini telah menjadi satu dengan perencanaan bisnis.

Berikut ini merupakan penjelasan dari gambar dibawah ini untuk pendekatan-pendekatan analisi baik internal mauun eksternal

Dalam gambar diatas dapat dilihat dari sisi eksternal maupun internal terdapat keterkaitan/saling berhubungan. Dimana dari eksternal atau internal mengacu kepada strategi, potensi yang tinggi, pengoperasian utama, dan dukungan. Contoh real nya itu adalah SDM dimana jika SDM nya berkualitas maka tools/alat yang 4 di atas itu akan memberikan dampak yang berkualitas pula.
Berikut ini, kami akan mencoba menjelaskan tahap-tahap pada gambar di bahwa ini hingga membentuk portfolio aplikasi

Dalam gambar ini terdapat 2 proses bisnis : jangka menengah dalam waktu 6-12 bulan dan jangka panjang dalam waktu 1-3 tahun. Jangka menengah maupun jangka panjang ini menggunakan analisis SWOT (Strenghts, weaknesses, opportunities, threats) sebagai dasar dari strategi bisnis.  Walaupun berbeda jangka waktu, kedua waktu proses bisnis ini tetap saling berpegangan pada analisis SWOT . Dalam SWOT juga terdapat 2 bagian yaitu eksternal dan internal.
Dari sekian proses framework atau kerangka kerja ini menuju pada keadaan, kebutuhan serta potensi aplikasi portfolio dalam rencana strategi bisnis.
Tahapan dari proses tersebut mancakup ;
1.      Mengidentifikasi Bagaimana IS / IT bisa berdampak pada Strategi
Memahami Potensi Dampak IS / IT pada Produk & Pasar
Berusaha memahami bisnis secara menyeluruh.
2.      Penetapan Prioritas Relatif untuk Investasi SI / IT

Menganalisis Internal Value Chain.

Perencanaan Strategi Sistem Informasi Manajemen

Section_3

Memahami Kondisi Bisnis serta Strategi SI/TI di lingkungan Saat ini

Penting gk sih memahami kondisi bisnis dan strategi SI/TI saat ini? ? dan apakah strategi bisnis itu bisa selaras dengan strategi SI/TI?? Lalu, bagaimana mengetahui kondisi atau lingkungan baik Eksternal dan Internal Bisnis maupun strategi SI/TI?

Yuukk kita bahas bersama J
Dalam Penerapan strategi SI/TI dalam sebuah organisasi harus memahami kondisi bisnis yang dia jalani. Sebab ada 3 sasaran utama dari penerapan SI/TI dalam memperbaiki efisiensi kerja, yakni ;
1.              Dengan melakukan otomasi berbagai proses yang mengelola informasi,
2.             Meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan, serta
3.              memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis.
Dengan memahami kondisi bisnis, maka SI/TI pada suatu perusahaan juga akan berjalan dengan baik. Selain itu, dengan memahami kondisi bisnis dan SI/TI pada suatu perusahan dapat menginisialisasi sebuah perencanaan dari organisasi tersebut. Dengan :
1.      Mempersiapkan perencanaan SI/TI
2.      Memahami kebutuhan bisnis organisasi dan informasi (Tujuan dari tahap ini untuk menghasilkan informasi yang menggambarkan keadaan bisnis dan SI/TI terkini organisasi, kebutuhan bisnis mendatang, dan peluang pemanfaatan SI/TI dalam bisnis)
3.      Menentukan Target Bagi SI/TI (Kegiatan tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan peluang pemanfaatan SI/TI yang terjadi dalam memenuhi kebutuhan strategi bisnis baik secara internal maupun eksternal, menganalisis gap kebutuhan informasi, membuat landasan kebijakan strategi SI/TI terhadap organisasi secara keseluruhan, membuat strategi SI/TI.)
4.      Menentukan Strategi SI/TI(Tahap ini dimaksudkan untuk memilih terget aplikasi yang akan dijadikan solusi strategis SI/TI),
5.      Rencana Implementasi (Tahap ini merupakan tahap terakhir dari lima tahapan yang bertujuan untuk membuat rencana dan jadwal kerja guna mengimplementasikan solusi strategis SI/TI)

Dan apakah bisa strategi bisnis selaras dengan strategi SI/TI?? Sudah pasti bisa J.
Karna hal ini diperlukan agar investasi yang dikeluarkan untuk TI sesuai dengan kebutuhan dan memberi manfaat yang diukur dari pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.
Earl membedakan antara strategi SI dan TI (Earl, 1997). Strategi SI menekankan pada penentuan aplikasi sistem informasi yang dibutuhkan rganisasi. Esensi dari strategi SI adalah menjawab pertanyaan “apa ?”. Sedangkan strategi TI lebih menekankan pada pemilihan teknologi, infrastruktur, dan keahlian khusus yang terkait atau menjawab pertanyaan “bagaimana ?”.

Bagaimana mengetahui kondisi atau lingkungan baik
Eksternal dan Internal Bisnis itu sendiri
maupun strategi SI/TI?

Yuukkk kita bahas  J
Lingkungan Internal.
Lingkungan ini memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness)dan mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan sumber daya. Sedangkan,

 Lingkungan Eksternal.
Lingkungan Eksternal ini memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity) dan acaman (threats) yang terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum itu sendiri.

Lingkungan/kondisi internal SI/TI.
Berdasarkan kebutuhan bisnis. Metodologi versi ini terdiri dari tahapan masukan dan tahapan keluaran (Ward & Peppard, 2002).
Tahapan masukan terdiri dari ;
1.      Analisis lingkungan bisnis internal, yang mencakup aspek-aspek strategi bisnis saat ini, sasaran, sumber daya, proses, serta budaya nilai-nilai bisnis organisasi.
2.      Analisis lingkungan bisnis eksternal, yang mencakup aspek-aspek ekonomi, industri, dan iklim bersaing perusahaan.
3.      Analisis lingkungan SI/TI internal, yang mencakup kondisi SI/TI organisasi dari  perspektif bisnis saat ini, bagaimana kematangannya (maturity), bagaimana kontribusi  terhadap bisnis, keterampilan sumber daya manusia, sumber daya dan infrastruktur  teknologi, termasuk juga bagaimana portofolio dari SI/TI yang ada saat ini.
4.      Analisis lingkungan SI/TI eksternal, yang mencakup tren teknologi dan peluang  pemanfaatannya, serta penggunaan SI/TI oleh kompetitor, pelanggan dan pemasok.
Sedangkan tahapan keluaran merupakan bagian yang dilakukan untuk menghasilkan
suatu dokumen perencanaan strategis SI/TI yang isinya terdiri dari:
1.      Strategi SI bisnis, yang mencakup bagaimana setiap unit/fungsi bisnis akan  memanfaatkan SI/TI untuk mencapai sasaran bisnisnya, portofolio aplikasi dan gambaran arsitektur informasi.
2.      Strategi TI, yang mencakup kebijakan dan strategi bagi pengelolaan teknologi dan  sumber daya manusia SI/TI.
3.      Strategi Manajemen SI/TI, yang mencakup elemen-elemen umum yang diterapkan  melalui organisasi, untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan SI/TI yang  dibutuhkan.
Lingkungan/kondisi Eksternal  SI/TI :
Analisis lingkungan eksternal bisnis berfungsi untuk mengenali kondisi eksternal organisasi dan mengetahui posisi serta daya saing organisasi terhadap pesaing. Selain itu juga dapat digunakan untuk mencari peluang guna keunggulan kompetensi organisasi untuk pembentukan strategi bisnis yang mutakhir atau evaluasi kondisi dan strategi saat ini.
Adapun kegiatan dalam mengidentifikasi lingkungan eksternal adalah:
 i.     Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi dari beberapa aspek yaitu  Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial, Ekologi dan Teknologi. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut diatas dapat menggunakan Analisis PEST. Analisis PEST mempunyai kemampuan dalam mengenali dan mengevaluasi peluang dan ancaman eksternal, sehingga organisasi akan mampu  mengembangkan visi dan misi sebagai dasar strategi yang tepat untuk mencapai sasaran jangka panjang.
ii.     Mengidentifikasi posisi organisasi terhadap pesaing dengan menggunakan Analisis BCG Matriks di mana masing-masing unit bisnis dipetakan menurut tingkat pertumbuhan pasar dan posisi bersaing relatif.
iii.     Setelah menempatkan berbagai bisnisnya ke matrik BCG organisasi harus memutuskan apakah portofolio bisnisnya sehat apa tidak. Portofolio yang tidak seimbang adalah yang terlalu banyak mempunyai anjing (dog) atau tanda tanya (question mark) dan/atau terlalu sedikit bintang (star) dan sapi perah (cash cow).
iv.     Tugas organisasi selanjutnya adalah menentukan sasaran, strategi dan anggaran yang dialokasikan kepada masing-masing unit bisnis.
v.     Mengidentifikasi peluang dari eksternal organisasi guna pemanfaatan SI/TI yang dapat meningkatkan. Cara mengidentifikasi peluang tersebut dengan menggunakan analisis Porter’s Five Force.

Saat ini dikenal beberapa model dan teknik yang digunakan dalam
menganalisis kondisi SI/TI dan bisnis saat ini, antara lain:
-          Critical Success Factor analysis
-          Balanced Scorecard analysis
-          Business portfolio and competitive strategic analysis
-          Value chain analysis
Berikut penjelasan yang terkait model dan teknik serta pemanfaatannya dalam analisa kondisi SI/TI dan bisnis saat ini!

Critical success factors (CSF) merupakan sebuah strategi analisa yang membantu seorang manajer untuk mencapai tujuan dari perusahaan, termasuk faktor-faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. CSF dapat ditentukan jika objektif atau arah dan tujuan organisasi telah diidentifikasi. Tujuan dari CSF adalah menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan.
Metode CSF dan analisis CSF telah banyak digunakan dalam berbagai hal diluar bidang teknologi informasi. Dalam riset kegunaan CSF dalam manajemen program pemerintah pusat, James Dobbins dan Richard Donnelly [Dobbins 98] mengidentifikasi kegunaan CSF, antara lain:
1.Mengidentifikasi konsentrasi utama manajemen
2.Membantu perancangan strategic plan
3.Mengidentifikasi fokus area dalam tiap rincian project life cycle dan penyebab utama kegagalan proyek
4.Mengevaluasi kelayakan sistem informasi
5.Mengidentifikasi ancaman dan kesempatan bisnis
6.Mengukur tingkat produktivitas sumber daya manusia

Menurut Ward dan Peppard (2002), manfaat dari analisa CFS adalah, sebagai berikut :

Ø  Teknik yang paling efektif
Analisa CSF merupakan teknik yang paling efektif yang melibatkan manajemen dalam mengembangkan strategi sistem informasi. Secara kesuluruhan, CSF telah mengakar atau terikat kuat pada bisnis dan memberikan solusi yang menanjikan bagi para manajer dalam menggunakan sistem informasi yang disesuaikan dengan pencapaian tujuan perusahaan melalui faktor-faktor penentu keberhasilan.
Ø  Berkolerasi dengan tujuan pembuatan Sistem Informasi
Analisa CSF menghubungkan sebuah Sistem Informasi yang akan diimplementasikan dengan tujuan pembuatan Sistem Informasi itu sendiri. Dengan demikian, Sistem Informasi dapat dibuat sejalan dengan strategi bisnis perusahaan
Ø  Perantara Informasi yang baik
Dalam wawancara dengan manajemen senior, analisa CSF dapat menjadi perantara yang baik dalam mengetahui infomrasi apa yang diperlukan oleh setiap individu yang memiliki keterkaitan dengan bisnis atau proyek yang sedang dilakukan.
Ø  Prioritas potensi investasi modal
Dengan menyediakan suatu hubungan antara kebutuhan informasi dengan CSF, CSF memegang peranan penting dalam memprioritaskan investasi modal yang potensial.
Ø  Mengoptimalkan konsentrasi penyelesaian masalah-masalah penting
Pada saat strategi bisnis tidak berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan, analisa CSF membantu memfokuskan manajemen untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu yang penting dan memiliki prioritas paling tinggi untuk diselesaikan.
Ø  Mempermudah Identifikasi proses
Apabila analisa CSF digunakan sejalan dengan Analisa Value Chain, analisa CSF sangat berguna untuk mengidentifikasi proses yang paling kritis, serta memberikan fokus pada pencapaian tujuan melalui aksi-aksi atau proses yang paling tepat untuk dilaksanakan.
Ø  Memberikan Gambaran lengkap tentang informasi
Memungkinkan pihak manajemen puncak untuk memperoleh gambaran yang lengkap mengenai sasaran, fungsi, informasi, faktor sukses kritikal, dan struktur organisasi dari perusahaan.

Menurut  Robert  S.  Kaplan  dan  David  P.  Norton  (2000,  p8)

Balanced Scorecard adalah suatu sistem manajemen penilaian dan pengendalian yang secara cepat,  tepat, dan  komprehensif  dapat  memberikan  pemahaman  kepada  manajer tentang  kineJja  bisnis.Kaplan  dan  Norton  telah  memperkenalkan   Balanced Scorecard   pada   tingkat organisasi  enterprise. Prinsip dasar dari Balanced Scorecard  ini adalah  titikpandang penilaian  sebuah perusahaan hendaknya  tidak hanya dilihat dari segi finansialsaja tetapi juga harus ditambahkan dengan ukuran­ ukuran dari perspektif lainnyaseperti tingkat kepuasanpelanggan, proses internal, dan kemampuan melaknkaninovasi.
Balanced  Scorecard  lebih  dari  sekedar  sistempengukuran  taktis  atau operasional. Perusahaan yang inovatif menggunakan Balanced Scorecardsebagai sistem manajemen  strategis, untuk mengelola  strategi jangkapanjang  dan menghasilkan proses manajemen seperti:
1.  Mempeijelas  dan meneijemahkan visi dan strategi.
2.   Mengkomunikasikan    dan   mengkaitkan   berbagai   tujuan   dan   ukuran strategis.
3.   Merencanakan, menetapkan sasaran, dan menyelaraskan berbagai  inisiatif strategis.
4.   Meningkatkan umpan batik dan pembelajaran strategis.

Analisa Value Chain dilakukan untuk memetakan seluruh proses kerja yang terjadi dalam organisasi menjadi dua kategori aktivitas, yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Mengacu pada dokumen organisasi yang menyebutkan tugas dan fungsi setiap unit kerja berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap proses kerja yang terjadi di masing-masing unit kerja, secara diagram value chain dapat terlihat seperti gambar dibawah ini.


Portfolio Bisnis digunakan untuk menentukan pasar yang akan dilayani, managemen harus menguji secara simultan daya tarik produk potensial dan pasar negara dan posisi persaingan perusahaan dalam pasar. Suatu metode potensial untuk menganalisa secara simultan daya tarik pasasr dan posisi kompetitif perusahaan (unit bisnisnya, product range atau produknya) dalam pasar adalah analisis portfolio. Matriks yang digunakan untuk analisis portfolio internasional adalah  mirip dengan matriks GE, tetapi faktor-faktor seperti risiko politik dan keuangan, kemampuan mentransfer uang, pajak dan subsidi, atau potensi standardisasi, mempengaruhi struktur portfolio.
Faktor-faktor ini harus diperkenalkan untuk perbandingan untuk meningkatkan level informasi yang dimasukkan dalam analisis. Pasar dengan tingkat keuntungan yang besar dapat terancam karena adanya kekacauan politik, pergolakan agama atau batasan hukum bisnis.
Analisis portfolio corporate menyediakan alat penting untuk menilai bagaimana mengalokasikan sumberdaya tidak hanya area georgrafis, tetapi juga seluruh produk bisnis yang berbeda (Douglas and Craig, 1995). Portfolio perusahaan global mewakili level tertinggi analisis dan mungkin saja terdiri atas operasional produk bisnis atau area geografis.


Referensi :
http://digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal-SI%20Ari%20Wedhasmara.pdf
http://msi.binus.ac.id/files/2013/05/0402-01-KA-Maryani-Perancangan-Rencana-.pdf
http://digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal-SI%20Ari%20Wedhasmara.pdf
http://andhana.wordpress.com/category/tugas-manajemen-strategik/
http://digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal-SI%20Ari%20Wedhasmara.pdf
http://msi.binus.ac.id/files/2013/05/0402-01-KA-Maryani-Perancangan-Rencana-.pdf



Perencanaan Strategi Sistem Informasi Manajemen

Section_2
Apa sih perbedaan Strategi SI dan strategi TI?
Menurut Ward dan Peppard (2002. p44)
“Strategi sistem informasi adalahstrategi yang mendefinisikan kebutuhan organisasi atau perusahaan terhadapinformasi dan sistem yang mendukung keseluruhan strategi bisnis yang dimilikiorganisasi tersebut.
Sedangkan “Strategi teknologi informasi adalahstrategi yang berfokus pada penetapan visi tentang bagaimana teknologi dapatmendukung dalam memenuhi kebutuhan informasi dan sistem dari sebuah informasi.”
Dan juga pada dasarnya Strategi SI menekankan pada penentuan aplikasi sistem informasi yang dibutuhkan rganisasi. Esensi dari strategi SI adalah menjawab pertanyaan    “apa ?”. Strategi SI menekankan pada penentuan aplikasi sistem informasi yang dibutuhkan organisasi. Esensi dari strategi SI adalah menjawab pertanyaan “apa ?”. Sedangkan strategi TI lebih menekankan pada pemilihan teknologi, infrastruktur, dan keahlian khusus yang terkait atau menjawab pertanyaan “bagaimana ?”

Apa sih hubungan antara strategi bisnis/organisasi strategi SI dan strategi TI dan bagaimana sih cara yang pas untuk menyelaraskannya!

Hubungan antara strategi bisnis, strategi SI, dan strategi TI dalam suatu pendekatan yakni untuk menyusun strategi sistem dan teknologi informasi yang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Untuk merencanakan suatu strategi SI/TI terlebih dahulu perlu diketahui kondisi lingkungan, arah dan tujuan bisnis perusahaan, informasi apa yang dibutuhkan, peluang dan hambatan bisnis yang dihadapi serta alternatif solusinya.
Setelah mengetahui kondisi lingkungan, arah dan tujuan dari kegiatan bisnis perusahaan, maka kita dapat mengevaluasi sistem apa yang sesuai dengan kebutuhan dan mendukung strategi bisnis perusahaan dalam pencapaian visi dan misi perusahaan, selanjutnya untuk menghasilkan suatu sistem informasi yang strategis bagi perusahaan, perlu dilakukan penyeleksian dan pemilihan secara tepat teknologi apa yang paling sesuai untuk digunakan dalam menunjang sistem informasi tersebut.

Penyelarasan stategi sistem informasi dan sasaran dari organisasi akan berdampak pada strategi organisasi kedepannya. Ada dua pandangan untuk melihat hubungan antara TI dengan bisnis perusahaan. Ketika driver dari strategi sistem informasi adalah bisnis (BusinessÆIT), dimana portofolio aplikasi di rancang untuk mendukung proses bisnis saat ini dan potensial dari TI tidak diikuti secara penuh. Pada pandangan lainnya, jika driver dari strategi sistem informasi dari sisi kemajuan TI (IT Æ Business), dimana risiko yang dapat terjadi adalah investasi pada unprofitable applications. Dan hal lain yang mungkin digunakan adalah pendekatan tertimbang (Business Æ IT), pendekatan ini memungkinkan peluang bisnis dan kemajuan teknologi dari TI dipertimbangkan secara bersamaan untuk memungkinkan timbulnya inovasi, tetapi tentunya realistis dengan perencanaan. (Vitale, Ives, dan Beath, 1986)

Ada 5 pendekatan dalam pembuatan strategi SI/TI yakni ; Business-led, Method Driven, Technological, Administrative dan Organizational. Berikut penjelasan untuk setiap pendekatan tersebut J

1.      Didorong oleh bisnis (Business led)
Pengembangan SI dan TI dilakukan berdasarkan strategi bisnis yang ada.
Pendekatan ini mengharuskan pengembangan strategi SI dan TI berdasarkan
strategi bisnis tanpa melihat peluang bisnis yang muncul dari SI dan TI.
2.      Didorong oleh metode (Method driven)
Pendekatan ini menggunakan metodologi untuk mengidentifikasi kebutuhan SI
dengan menganalisis proses bisnis, kebutuhan akan informasi dan hubungan
antara proses bisnis dengan informasi.
3.      Teknologi
Pendekatan ini menggunakan model proses dan informasi dengan menggunakan
computer aided software engineering untuk menghasilkan suatu cetak biru
rencana SI dan TI.
4.      Administratif
Pendekatan ini menggunakan anggaran sebagai alat untuk menetapkan investasi
SI dan TI, dan rencana penggunaan sumber daya untuk menghasilkan aplikasi SI yang telah disetujui.
5.      Organisasi
Pendekatan ini mengambil pandangan secara konsensus dari seluruh organisasi
untuk menentukan bagaimana SI dan TI dapat menjadi fasilitator untuk
pencapaian tujuan perusahaan.

Apa saja sih isi dari perencana strategis SI/TI itu?
Isi dari rencana strategi SI/TI itu berisi ;
1.    Business IS Strategy, yang mencakup bagaimana setiap unit/fungsi bisnis akan memanfaatkan SI/TI untuk mencapai sasaran bisnisnya, portofolio aplikasi dan gambaran arsitektur informasi.
2.    IT Strategy, yang mencakup kebijakan dan strategi bagi pengelolaan teknologi dan sumber daya manusia SI/TI.
3.    IS/IT Management Strategy, yang mencakup elemen-elemen umum yang diterapkan melalui organisasi, untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan SI/TI yang dibutuhkan.

Ward & Peppard menyusun Kerangka Rencana Strategis SI/TI yang terdiri dari input(masukan), output(luaran) dan aktivitas-aktivitas khusus.
Apa sih kerangka-kerangka tersebut?

Tahapan masukan terdiri dari:
1.    Analisis lingkungan bisnis internal, yang mencakup aspek-aspek strategi bisnis saat ini, sasaran, sumber daya, proses, serta budaya nilai-nilai bisnis organisasi.
2.    Analisis lingkungan bisnis eksternal, yang mencakup aspek-aspek ekonomi, industri, dan iklim bersaing perusahaan.
3.    Analisis lingkungan SI/TI internal, yang mencakup kondisi SI/TI organisasi dari perspektif bisnis saat ini, bagaimana kematangannya (maturity), bagaimana kontribusi terhadap bisnis, keterampilan sumber daya manusia, sumber daya dan infrastruktur teknologi, termasuk juga bagaimana portofolio dari SI/TI yang ada saat ini.
4.    Analisis lingkungan SI/TI eksternal, yang mencakup tren teknologi dan peluang pemanfaatannya, serta penggunaan SI/TI oleh kompetitor, pelanggan dan pemasok.

Sedangkan tahapan keluaran merupakan bagian yang dilakukan untuk menghasilkan suatu dokumen perencanaan strategis SI/TI yang isinya terdiri dari ;
1.    Strategi SI bisnis, yang mencakup bagaimana setiap unit/fungsi bisnis akan memanfaatkan SI/TI untuk mencapai sasaran bisnisnya, portofolio aplikasi dan gambaran arsitektur informasi.
2.    Strategi TI, yang mencakup kebijakan dan strategi bagi pengelolaan teknologi dan sumber daya manusia SI/TI.
3.    Strategi Manajemen SI/TI, yang mencakup elemen-elemen umum yang diterapkan melalui organisasi, untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan SI/TI yang dibutuhkan.

Beberapa teknik/metode analisis yang digunakan dalam perencanaan strategis SI/TI pada metodologi ini, mencakup analisis SWOT, analisis Five Forces Competitive, analisis Value Chain, metode Critical Succes Factors, metode Balanced Scorecard, dan McFarlan’s Strategic Grid