Section_3
Memahami Kondisi Bisnis serta
Strategi SI/TI di lingkungan Saat ini
Penting gk sih
memahami kondisi bisnis dan strategi SI/TI saat ini? ? dan apakah strategi
bisnis itu bisa selaras dengan strategi SI/TI?? Lalu, bagaimana mengetahui
kondisi atau lingkungan baik Eksternal dan Internal Bisnis maupun strategi
SI/TI?
Yuukk kita bahas
bersama J
Dalam Penerapan strategi SI/TI dalam
sebuah organisasi harus memahami kondisi bisnis yang dia jalani. Sebab ada 3
sasaran utama dari penerapan SI/TI dalam memperbaiki efisiensi kerja, yakni ;
1.
Dengan
melakukan otomasi berbagai proses yang mengelola informasi,
2.
Meningkatkan
keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan
keputusan, serta
3.
memperbaiki
daya saing atau meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah
gaya dan cara berbisnis.
Dengan memahami kondisi bisnis, maka
SI/TI pada suatu perusahaan juga akan berjalan dengan baik. Selain itu, dengan
memahami kondisi bisnis dan SI/TI pada suatu perusahan dapat menginisialisasi
sebuah perencanaan dari organisasi tersebut. Dengan :
1.
Mempersiapkan
perencanaan SI/TI
2.
Memahami
kebutuhan bisnis organisasi dan informasi (Tujuan dari tahap ini untuk
menghasilkan informasi yang menggambarkan keadaan bisnis dan SI/TI terkini
organisasi, kebutuhan bisnis mendatang, dan peluang pemanfaatan SI/TI dalam
bisnis)
3.
Menentukan
Target Bagi SI/TI (Kegiatan tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah
dan peluang pemanfaatan SI/TI yang terjadi dalam memenuhi kebutuhan strategi
bisnis baik secara internal maupun eksternal, menganalisis gap kebutuhan
informasi, membuat landasan kebijakan strategi SI/TI terhadap organisasi secara
keseluruhan, membuat strategi SI/TI.)
4.
Menentukan
Strategi SI/TI(Tahap ini dimaksudkan untuk memilih terget aplikasi yang akan
dijadikan solusi strategis SI/TI),
5.
Rencana
Implementasi (Tahap ini merupakan tahap terakhir dari lima tahapan yang
bertujuan untuk membuat rencana dan jadwal kerja guna mengimplementasikan
solusi strategis SI/TI)
Dan apakah bisa strategi
bisnis selaras dengan strategi SI/TI?? Sudah pasti bisa J.
Karna
hal ini diperlukan agar investasi yang dikeluarkan untuk TI sesuai dengan
kebutuhan dan memberi manfaat yang diukur dari pencapaian tujuan dan sasaran
organisasi.
Earl
membedakan antara strategi SI dan TI (Earl, 1997). Strategi SI menekankan pada
penentuan aplikasi sistem informasi yang dibutuhkan rganisasi. Esensi dari
strategi SI adalah menjawab pertanyaan “apa ?”. Sedangkan strategi TI lebih
menekankan pada pemilihan teknologi, infrastruktur, dan keahlian khusus yang
terkait atau menjawab pertanyaan “bagaimana ?”.
Bagaimana
mengetahui kondisi atau lingkungan baik
Eksternal dan
Internal Bisnis itu sendiri
maupun strategi
SI/TI?
Yuukkk
kita bahas J
Lingkungan
Internal.
Lingkungan ini memiliki dua variabel
yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness)dan mencakup semua unsur
bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan,
budaya perusahaan dan sumber daya. Sedangkan,
Lingkungan Eksternal.
Lingkungan Eksternal ini memiliki dua
variabel yakni peluang (opportunity) dan acaman (threats) yang terdiri dari dua
bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum itu sendiri.
Lingkungan/kondisi
internal SI/TI.
Berdasarkan kebutuhan bisnis. Metodologi
versi ini terdiri dari tahapan masukan dan tahapan keluaran (Ward &
Peppard, 2002).
Tahapan
masukan terdiri dari ;
1.
Analisis
lingkungan bisnis internal, yang mencakup aspek-aspek strategi bisnis saat ini,
sasaran, sumber daya, proses, serta budaya nilai-nilai bisnis organisasi.
2.
Analisis
lingkungan bisnis eksternal, yang mencakup aspek-aspek ekonomi, industri, dan
iklim bersaing perusahaan.
3.
Analisis
lingkungan SI/TI internal, yang mencakup kondisi SI/TI organisasi dari perspektif bisnis saat ini, bagaimana kematangannya
(maturity), bagaimana kontribusi terhadap
bisnis, keterampilan sumber daya manusia, sumber daya dan infrastruktur teknologi, termasuk juga bagaimana portofolio
dari SI/TI yang ada saat ini.
4.
Analisis
lingkungan SI/TI eksternal, yang mencakup tren teknologi dan peluang pemanfaatannya, serta penggunaan SI/TI oleh
kompetitor, pelanggan dan pemasok.
Sedangkan
tahapan keluaran merupakan bagian yang dilakukan untuk menghasilkan
suatu
dokumen perencanaan strategis SI/TI yang isinya terdiri dari:
1.
Strategi
SI bisnis, yang mencakup bagaimana setiap unit/fungsi bisnis akan memanfaatkan SI/TI untuk mencapai sasaran
bisnisnya, portofolio aplikasi dan gambaran arsitektur informasi.
2.
Strategi
TI, yang mencakup kebijakan dan strategi bagi pengelolaan teknologi dan sumber daya manusia SI/TI.
3.
Strategi
Manajemen SI/TI, yang mencakup elemen-elemen umum yang diterapkan melalui organisasi, untuk memastikan
konsistensi penerapan kebijakan SI/TI yang dibutuhkan.
Lingkungan/kondisi
Eksternal SI/TI :
Analisis lingkungan eksternal bisnis
berfungsi untuk mengenali kondisi eksternal organisasi dan mengetahui posisi
serta daya saing organisasi terhadap pesaing. Selain itu juga dapat digunakan
untuk mencari peluang guna keunggulan kompetensi organisasi untuk pembentukan
strategi bisnis yang mutakhir atau evaluasi kondisi dan strategi saat ini.
Adapun
kegiatan dalam mengidentifikasi lingkungan eksternal adalah:
i. Mengidentifikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi dari beberapa aspek yaitu Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial, Ekologi dan
Teknologi. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut diatas dapat
menggunakan Analisis PEST. Analisis PEST mempunyai kemampuan dalam mengenali
dan mengevaluasi peluang dan ancaman eksternal, sehingga organisasi akan
mampu mengembangkan visi dan misi
sebagai dasar strategi yang tepat untuk mencapai sasaran jangka panjang.
ii. Mengidentifikasi
posisi organisasi terhadap pesaing dengan menggunakan Analisis BCG Matriks di
mana masing-masing unit bisnis dipetakan menurut tingkat pertumbuhan pasar dan
posisi bersaing relatif.
iii. Setelah
menempatkan berbagai bisnisnya ke matrik BCG organisasi harus memutuskan apakah
portofolio bisnisnya sehat apa tidak. Portofolio yang tidak seimbang adalah
yang terlalu banyak mempunyai anjing (dog) atau tanda tanya (question mark)
dan/atau terlalu sedikit bintang (star) dan sapi perah (cash cow).
iv. Tugas organisasi
selanjutnya adalah menentukan sasaran, strategi dan anggaran yang dialokasikan
kepada masing-masing unit bisnis.
v. Mengidentifikasi
peluang dari eksternal organisasi guna pemanfaatan SI/TI yang dapat
meningkatkan. Cara mengidentifikasi peluang tersebut dengan menggunakan
analisis Porter’s Five Force.
Saat ini dikenal
beberapa model dan teknik yang digunakan dalam
menganalisis
kondisi SI/TI dan bisnis saat ini, antara lain:
-
Critical
Success Factor analysis
-
Balanced
Scorecard analysis
-
Business
portfolio and competitive strategic analysis
-
Value
chain analysis
Berikut
penjelasan yang terkait model dan teknik serta pemanfaatannya dalam analisa
kondisi SI/TI dan bisnis saat ini!
Critical
success factors (CSF)
merupakan sebuah strategi analisa yang membantu seorang manajer untuk mencapai
tujuan dari perusahaan, termasuk faktor-faktor yang akan mempengaruhi
keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. CSF dapat ditentukan jika
objektif atau arah dan tujuan organisasi telah diidentifikasi. Tujuan dari CSF
adalah menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan
aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan.
Metode CSF dan analisis CSF telah banyak
digunakan dalam berbagai hal diluar bidang teknologi informasi. Dalam riset
kegunaan CSF dalam manajemen program pemerintah pusat, James Dobbins dan
Richard Donnelly [Dobbins 98] mengidentifikasi kegunaan CSF, antara lain:
1.Mengidentifikasi
konsentrasi utama manajemen
2.Membantu
perancangan strategic plan
3.Mengidentifikasi
fokus area dalam tiap rincian project life cycle dan penyebab utama kegagalan
proyek
4.Mengevaluasi
kelayakan sistem informasi
5.Mengidentifikasi
ancaman dan kesempatan bisnis
6.Mengukur
tingkat produktivitas sumber daya manusia
Menurut Ward dan Peppard (2002), manfaat dari
analisa CFS adalah, sebagai berikut :
Ø Teknik yang
paling efektif
Analisa CSF
merupakan teknik yang paling efektif yang melibatkan manajemen dalam
mengembangkan strategi sistem informasi. Secara kesuluruhan, CSF telah mengakar
atau terikat kuat pada bisnis dan memberikan solusi yang menanjikan bagi para
manajer dalam menggunakan sistem informasi yang disesuaikan dengan pencapaian
tujuan perusahaan melalui faktor-faktor penentu keberhasilan.
Ø Berkolerasi
dengan tujuan pembuatan Sistem Informasi
Analisa CSF
menghubungkan sebuah Sistem Informasi yang akan diimplementasikan dengan tujuan
pembuatan Sistem Informasi itu sendiri. Dengan demikian, Sistem Informasi dapat
dibuat sejalan dengan strategi bisnis perusahaan
Ø Perantara
Informasi yang baik
Dalam wawancara dengan manajemen senior,
analisa CSF dapat menjadi perantara yang baik dalam mengetahui infomrasi apa
yang diperlukan oleh setiap individu yang memiliki keterkaitan dengan bisnis
atau proyek yang sedang dilakukan.
Ø Prioritas
potensi investasi modal
Dengan menyediakan suatu hubungan antara
kebutuhan informasi dengan CSF, CSF memegang peranan penting dalam
memprioritaskan investasi modal yang potensial.
Ø Mengoptimalkan
konsentrasi penyelesaian masalah-masalah penting
Pada saat strategi bisnis tidak berjalan
sesuai dengan tujuan perusahaan, analisa CSF membantu memfokuskan manajemen
untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu yang penting dan memiliki
prioritas paling tinggi untuk diselesaikan.
Ø Mempermudah
Identifikasi proses
Apabila analisa CSF digunakan sejalan
dengan Analisa Value Chain, analisa CSF sangat berguna untuk mengidentifikasi
proses yang paling kritis, serta memberikan fokus pada pencapaian tujuan
melalui aksi-aksi atau proses yang paling tepat untuk dilaksanakan.
Ø Memberikan
Gambaran lengkap tentang informasi
Memungkinkan pihak manajemen puncak
untuk memperoleh gambaran yang lengkap mengenai sasaran, fungsi, informasi,
faktor sukses kritikal, dan struktur organisasi dari perusahaan.
Menurut
Robert S. Kaplan
dan David P.
Norton (2000, p8)
Balanced
Scorecard
adalah suatu sistem manajemen penilaian dan pengendalian yang secara
cepat, tepat, dan komprehensif
dapat memberikan pemahaman
kepada manajer tentang kineJja
bisnis.Kaplan dan Norton
telah memperkenalkan Balanced Scorecard pada
tingkat organisasi enterprise.
Prinsip dasar dari Balanced Scorecard
ini adalah titikpandang
penilaian sebuah perusahaan
hendaknya tidak hanya dilihat dari segi
finansialsaja tetapi juga harus ditambahkan dengan ukuran ukuran dari
perspektif lainnyaseperti tingkat kepuasanpelanggan, proses internal, dan
kemampuan melaknkaninovasi.
Balanced
Scorecard lebih dari
sekedar sistempengukuran taktis
atau operasional. Perusahaan yang inovatif menggunakan Balanced
Scorecardsebagai sistem manajemen
strategis, untuk mengelola
strategi jangkapanjang dan menghasilkan
proses manajemen seperti:
1. Mempeijelas
dan meneijemahkan visi dan strategi.
2. Mengkomunikasikan dan
mengkaitkan berbagai tujuan
dan ukuran strategis.
3. Merencanakan, menetapkan sasaran, dan
menyelaraskan berbagai inisiatif
strategis.
4. Meningkatkan umpan batik dan pembelajaran
strategis.
Analisa
Value Chain
dilakukan untuk memetakan seluruh proses kerja yang terjadi dalam organisasi
menjadi dua kategori aktivitas, yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung.
Mengacu pada dokumen organisasi yang menyebutkan tugas dan fungsi setiap unit
kerja berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap proses kerja yang terjadi
di masing-masing unit kerja, secara diagram value chain dapat terlihat seperti
gambar dibawah ini.

Portfolio
Bisnis
digunakan untuk menentukan pasar yang akan dilayani, managemen harus menguji
secara simultan daya tarik produk potensial dan pasar negara dan posisi
persaingan perusahaan dalam pasar. Suatu metode potensial untuk menganalisa
secara simultan daya tarik pasasr dan posisi kompetitif perusahaan (unit
bisnisnya, product range atau produknya) dalam pasar adalah analisis portfolio.
Matriks yang digunakan untuk analisis portfolio internasional adalah mirip dengan matriks GE, tetapi faktor-faktor
seperti risiko politik dan keuangan, kemampuan mentransfer uang, pajak dan
subsidi, atau potensi standardisasi, mempengaruhi struktur portfolio.
Faktor-faktor ini harus diperkenalkan
untuk perbandingan untuk meningkatkan level informasi yang dimasukkan dalam
analisis. Pasar dengan tingkat keuntungan yang besar dapat terancam karena
adanya kekacauan politik, pergolakan agama atau batasan hukum bisnis.
Analisis portfolio corporate menyediakan
alat penting untuk menilai bagaimana mengalokasikan sumberdaya tidak hanya area
georgrafis, tetapi juga seluruh produk bisnis yang berbeda (Douglas and Craig,
1995). Portfolio perusahaan global mewakili level tertinggi analisis dan
mungkin saja terdiri atas operasional produk bisnis atau area geografis.
Referensi
:
http://digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal-SI%20Ari%20Wedhasmara.pdf
http://msi.binus.ac.id/files/2013/05/0402-01-KA-Maryani-Perancangan-Rencana-.pdf
http://digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal-SI%20Ari%20Wedhasmara.pdf
http://andhana.wordpress.com/category/tugas-manajemen-strategik/
http://digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal-SI%20Ari%20Wedhasmara.pdf
http://msi.binus.ac.id/files/2013/05/0402-01-KA-Maryani-Perancangan-Rencana-.pdf